728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 03 Januari 2013

    Artikel Kajian: "Analisis Kritis Media"

    Oleh: M. Yasin Arief

    Semua kalangantelah memahami bahwa fungsi media massa selain sebagai media informasi, hiburan dan pendidikan, juga sebagai kontrol sosial. Teori ini sudah demikian mengakar, terutama dikalangan jurnalis. Atau paling tidak, pengetahuan ini akan diterima oleh mahasiswa semester satu dan dua. Akan tetapi tidak salah jika kemudian saya berani mengatakan bahwa fungsi media massa yang tersebut di atas yang seharusnya menjadi ideologi bagi setiap pelaku dan pengelola media massa, kini telah bergeser fungsi menjadi agen kepentingan. Media massa hampir selalu berada dalam impitan tiga kepentingan, kepentingan pertama adalah bisnis, kedua ideologi, ketiga adalah kepentingan politik.

    Di tengah tiga kepentingan itu sangat sulit bagi konsumen pers mengharap sajian media massa yang tidak berpihak. Belum lagi faktor internal dari pers sendiri, misalkan faktor individu wartawan dan sistem nilai pemberitaan media. Perbedaan mindset antara pemilik dan pengelola pers dengan konsumen pers merupakan embrio kegagalan media massa membangun kebebasan pers di tengah kehidupan individu dan masyarakat. Salah satu dampaknya adalah lubernya aksesibilitas pers dalam membentuk, mengarahkan, dan mengendalikan opini publik, yang tak diimbangi dengan akuntabilitas eksternal media massa sebagaimana seharusnya.

     Sistem Nilai Berita :
    -         Consequences (Dampak)
    -         Human Interest (Kemenarikan)
    -         Prominence (Ketokohan)
    -         Time Lines (Penting dan Aktual)
    -         Unusual (Tidak Biasa)

    Sajian pers kita kurang mampu menyeimbangkan pemenuhan kepentingan produsen informasi dan konsumen informasi. Pers sering menyajikan informasi yang mengesampingkan kepentingan ideologi media massa. Akibatnya, tanpa disadari oleh konsumen pers pada umumnya,, muncullah desakralisasi kepentingan pribadi manusia sebagai individu, bersamaan dengan munculnya sakralitas kepentingan kelompok manusia sebagai sebuah struktur.

    Tak salah  apabila media massa kemudian dikecam melalui kritikan maupun caci-maki dari masyarakat yang secara kritis telah mencermati atau menyikapi produk media dari sisi konten dan cara penyajiannya dinilai semakin tidak bermutu, menyesatkan, dan sejenisnya. Dalam beberapa opini publik telah banyak lontaran kritik terhadap media massa, terutama pemberitaan oleh medium televisi swasta telah disorot secara simultan.

    KONVENSIONAL
    -   Media adalah saluran pesan
    -   Media bersiafat Netral
    -   Berita itu apa adanya dan dibangun dengan fakta yang diliput
    -   Berita Bersifat objektif
    -   Wartawan sebagai pelapor

    KRITIS
    -   Media adalah agen konstruksi pesan
    -   Media tidak mungkin netral
    -   Berita adalah hasil konstruksi atas realitas
    -   Berita bersifat subjektif
    -   Wartawan adalah partisipan fakta

    Perlu selektivitas dalam mengkonsumsi produk-produk media massa, karena bisa jadi tingkat kredibilitas pemberitaannya kurang optimal. Langkah bijak adalah tidak mudah percaya terhadap apa yang telah dipublikasikan media. Karena produk dan kemasan yang disuguhkan menarik itu sudah dibumbui sedemikian sedapnya, minimal menurut resep mereka.
    Dari catatan ini dapat disimpulkan bahwa ideologi yang berbeda akan mengarahkan masing-masing media massa pada bingkai berita yang berbeda pula, karena berita yang dihasilkan merupakan hasil dari subjektivitas-subjektivitas masing-masing redaksi. Ideologi mengkonstruksi subjektivitas redaksi di dalam melakukan framing sebuah berita.

    NB :     Tulisan ini bukan murni buah pemikiran penulis, melainkan dari hasil serangkaian pemikiran dari buku-buku kritik media dan pelbagai bacaan an sich.

     *  Disampaikan pada agenda kajian rutin GARUDA, jum’at, 27-04-2012, di teras geddung B Uin
    Maliki Malang, pukul 19.30wib.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Artikel Kajian: "Analisis Kritis Media" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top