728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 21 Januari 2013

    “CINTA Malang”

    Mengutip pesan yang dirasa cukup mendalam dan mencerahkan dari Gus Dur, bahwa “Bukanakah dengan saling pengertian mendasar antar-agama, masing2 agama akan memperkaya diri dalam mencari bekal perjuangan menegakkan moralitas, keadilan dan kasih sayang?”

    Dalam hal ini pemuda yang tergabung dalam Committee For Interfaith Tolerance (CINTA) untuk lokal malang mengadakan program Dialog dan Roadshow yang masing-masing digelar pada tanggal 19-20 januari 2013. Agenda hari pertama dikemas dalam sebuah workshop yang menghadirkan para pemuka-pemuka agama dengan diikuti oleh sekitar 80 peserta lintas-iman yang telah mengikuti tes seleksi.

    Hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus di tegakkan. Itulah pesan yang disampaikan oleh Bapak Nyoman (Hindu) sebagai pembicara pada workshop, tujuan agama kami selaras dengan wawasan kebangsaan, dimana melalui pelaksanaan kewajiban Dharma Negara dan Dharma Agama akan memantapkan wawasan kebangsaan dan kerukunan antar umat beragama.

    Selanjutnya Romo Michael (Katolik) memberikan pandangan Agama bahwa dalam kehidupan sosial, dengan rasa memiliki martabat dan nilai-nilai kemanusiaan yang sama, toleransi bisa menciptakan ketenangan hidup yg seutuhnya. Senada dengan yang telah disampaikan pemuka-pemuka agama lain, Dr. Nur Salim (FKUB) yang menjadi pembicara dari Islam mengungkapkan bahwa toleransi terkait agama sangat luas, selain urusan akidah dan ibadah/ritual. Jadi orang-orang yang telah menggerus dan menodai toleransi pada dasarnya adalah mereka yang belum mendalami agamanya sendiri dan dengan kemampuan penafsiran tentang ajaran-ajaran agama sebatas kulitnya saja.

    Agenda kunjungan tempat-tempat ibadah yang dilangsungkan pada hari kedua komunitas CINTA Malang ini dimulai pukul delapan pagi dengan rute Klenteng Eng An Kiong, Gereja Katolik Ijen, Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW), PonPes. Syabilurrosyad (Gasek), Vihara Dhammadipa Arama, dan Pura batu yang menjadi kunjungan terakhir hingga selasai pada pukul lima sore.

    Ziadatul hikmah sebagai kordinator acara yang penuh semangat mengungkapkan, dengan kunjungan-study ke tempat-tempat ibadah antar-agama ini sejatinya untuk menambah khazanah pengetahuan yang beragam.

    GUSDURian malang yang lebih akrab disapa dengan nama komunitas kultural Gerakan GUSDURian Muda (GARUDA) dalam hal ini hadir untuk memberikan dukungan dalam hal keamanan (back-up) acara CINTA ini yang sejatinya penuh dilandasi semangat toleransi, namun adanya bau-bau yang dirasa tak sedap dari kelompak Anti-Jil dengan ancaman akan me-counter kegiatan, namun selama pelaksanaan tidak terjadi hal-hal Intoleransi yang terlalu mengancam dan menjadi sedikit kekhawatiran dari komunitas pemuda CINTA malang ini.

    Dengan prinsip perjuangan dan kebersamaan yang ditanamkan di benak generasi muda lintas-iman ini jika bisa terus dijalin untuk membangun bina-damai sungguh sangat indah, bukan? 


    (@Anas_Ahimsa)


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: “CINTA Malang” Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top