728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 03 Januari 2013

    Artikel Kajian: "Culture and philosophy"

    Oleh : Moh Arifin

    Indonesia merupakan nagara kepulaun yang terdiri dari 17.506 pulau. Dilihat dari bentuk geografisnya tampak jelas bahwa Indonesia kaya dengan bahasa, budaya, suku, dan sumber daya alam. Meski demikian, keanekaragaman yang ada tidak menjadi halangan bagi mereka untuk berinteraksi sosial maupun menjalin hubungan di sektor ekonomi. Hal ini dikarenakan jati diri bangsa Indonesia yamg memiliki toleransi dan sifat gotong-royong sebagaimana termaktub dalam pancasila dan bhineka tunggal ika. keanekaragaman yang ada telah melahirkan sumpah pemuda yang diikrarkan pada 28 oktober 1928 sebegai bentuk kesinambungan dari sumpah palapa.

    Budaya Indonesia telah mengalami banyak perubahan semenjak zaman pra-sejarah hingga sekarang. Dan budaya yang kita jumpai sekarang merupakan bentuk akulturasi dan asimilasi budaya lokal dan budaya luar. Meski demikian Indonesia memiliki ciri khas yang  tidak berubah hingga sekarang dan itu sudah berada dalam makna bhineka tunggal ika. Hal ini tergambar jelas pada daerah Riau yang dihuni 17 suku dan ada sekitar 10 bahasa yang digunakan sebagai alat berkomunikasi, hidup berdampingan dan tetap menghormati satu sama lain.

    Menurut Koentjaraningrat (1990:180) menafsirkan  “Kebudayaan sebagai seluruh gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan untuk pedoman bangsa Indonesia belajar”. Budaya itu sendiri berasal dari bahasa sanskerta “budhayah” yang merupakan bentuk jamak dari “budhi” yang berarti “budi” atau “akal”.

    Budaya memiliki dua unsur yakni unsur phenomenon (bentuk benda atau materi) dan noumenon (bentuk ide dan gagasan). Maka, kebudayaan merupakan hasil akal budi (akal) dan hasil karya manusia sepanjang sejarah hidupnya.

    Dalam keanekaragaman budaya ada sistem budaya yang di area itu terdapat unsur-unsur gagasan, adat-istiadat yang menjadi pedoman hidup masyarakat setempat yang disebut nilai-nilai budaya. Ada yang mengatakan nilai budaya merupakan pandangan hidup. Namun ada perbedaan antara nilai budaya dan pandangan hidup. Pandangan hidup lazimnya dianut oleh suatu golongan atau individu tertentu dalam masyarakat dan tidak mewakili seluruh masyarakat. Nilai budaya merupakan pedoman hidup warga suatu masyarakat dan memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan sebagai konsep yang bersifat umum.
    Individu memiliki unsur akal dan jiwa yang memicunya untuk bertindak. Kedua hal ini telah melahirkan kebudayaan masyarakat yang beranekaragam. Berdasarkan hal tersebut montesguieu menyatakan suatu pandangan yang kemudian dalam ilmu antropologi dikenal dengan relativisme kebudayaan. Relativisme kebudayaan berarti bahwa suatu unsur atau adat dalam suatu kebudayaan tak dapat dinilai dengan pandangan yang berasal dari kebudayaan lain, melainkan dari system nilai yang pasti ada di dalam kebudayaan itu sendiri.

    Ringkasnya, suatu masyarakat atau kolektif sebaiknya dapat menerima kebudayaan kolektif lain seadanya tanpa adanya pengaruh prasangka-prasangka dalam menilai kebudayaan kolektif lain. Relativisme kebudayaan kiranya akan membuat manusia untuk lebih bersikap toleran pada adat istiadat atau kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam kebudayaan masyarakat lain.
    Dari renungan bersama dalam konten sosial-intelektual ini setidaknya  bisa dijadikan sebagai upaya me-restorasi kearifan lokal yang dalam sentuhan pemikiran, hati, dan jiwa kita telah sedikit mengalami kelunturan pada segi makna dan praksisnya. AMIIIN

    *Artikel Kajian Rutin GARUDA : 04 april 2012

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Artikel Kajian: "Culture and philosophy" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top