728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Sabtu, 19 Januari 2013

    Artikel Kajian: "Deradikalisasi Berbasis Ormas"

    Oleh : Syaifullah Misyar
    "Indonesia adalah negara yang plural, dimana masyarakatnya terdiri dari bermacam-macam suku, etnis, budaya, dan agama yang sejatinya selalu menjujung tinggi nilai-nilai pancasila"
     
    Sejak era reformasi, Indonesia mulai mengalami banyak permasalahan menyangkut pertikaian di berbagai daerah. Masuknya gerakan-gerakan radikalisme  menjadi permasalahan yang berarti bagi pemerintah dan masyarakat. Dan dalam beberapa tahun terakhir muncul gejala yang menghawatirkan serta berindikasi merobek tenun kebangsaan kita dengan terjadinya tindak kekerasan secara ekstrim yang dilakukan secara berkelompok oleh mereka para gerbong-gerbong pasukan garis keras (radikalisme) dengan mendiskriminasikan kelompok lain atas nama agama atau kelompok, yang dengan gagahnya mereka mentasbihkan dirinya sebagai kelompok yang anti Pancasila, UUD 45 dll.
    Satu demi satu peristiwa kekerasan berlatar terorisme terjadi di tanah air, terakhir, terjadi pembunuhan dua anggota polisi dan pengeboman di poso oleh sekelompok teroris. Tak henti-hentinya negeri ini diguncang oleh aksi-aksi kekerasan dan terorisme atas nama agama, dengan mengeksploitasi doktrin jihad sedemikian rupa sebagai amunisi gerakan perlawanan. Sekalipun kecil secara kuantitas, kelompok teroris sejauh ini mampu mengonsolidasikan kekuatannya dengan merekrut anak-anak muda yang masih dalam proses transisi secara psikologis, dan dengan begitu mudahnya anak-anak muda ini tergelincir oleh narasi surgawi yang dibangun oleh para teroris, ini merupakan ancaman yang nyata bagi generasi muda Indonesia hari ini. 
     Radikalisme dan terorisme lahir dan muncul di indonesia tidak disebabkan oleh faktor tunggal, namun dapat di pastikan teks-teks keagamaan yang tidak dipahami secara konprehensif adalah faktor terpenting meluasnya paham ini di Indonesia. Apa yang generasi muda baca dan pahami di sejumlah teks keagamaan dapat mendorong mereka memiliki pamahaman sedekian rupa dan akan mendorong mereka pada titik extremitas tertentu. Seluruh isi dalam teks (non substantif) yang dia serap pada gilirannya akan memola cara berpikir, bersikap dan bertindak atas dasar pemahaman dimaksud dan mengendap ke alam bawah sadar hingga dia dewasa. Paham radikalisme secara garis besar berawal dari sini. Selain itu faktor dominan lain adanya terorisme di Indonesia menyangkut ideology, balas dendam, politik, ekonomi, pendidikan dan psikologis.
     
    Proses Deradikalisai………
    Ada dua pendekatan yang dapat kita lakukan kepada mereka yang belum dan sudah terjerumus ke jurang suram radikalisme dan terorisme yaitu Soft Approach - deradikalisasi dan Hard Approach - Law Enforcement;
    Soft approach; pendidikan agama digiatkan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai ajaran Islam. Pendidikan bisa dilakukan di masjid, madrasah, dan pusat-pusat kajian Islam yang memegang peran yang sangat penting dalam program tersebut. Hanya dengan menyebarkan pemahaman yang benar tentang Islam, masyarakat akan sulit untuk ditarik ke dalam gerakan-gerakan radikal. Selain itu kita dapat mengurangi faham radikalisme dengan cara; mendirikan Pusat Kajian (Perguruan Tinggi, Pesantren, dll), Penggalangan Tokoh-Tokoh Radikal, Sosialisasi via Buku, Modul, dan Iklan Layanan Masyarakat, Kegiatan-kegiatan (seminar, diskusi, lokakarya, dll), Pendekatan Budaya, Pendidikan, Agama, Rehabilitation Program (pelaku, keluarga, dan korban), Reintegrasi (pelaku dan keluarga). 

     Hard approach; Tindakan Tegas pemerintah terhadap para pelaku sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan Memutus jaringan terorisme. 

    Menanggulangi radikalisme dan terorisme yang sudah berakar di indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi keterlibatan para elit, tokoh-tokoh agama serta seluruh lapisan masyarakat, yang tentunya sejalan dengan visi-misi dan tujuan besar bangsa ini untuk ikut menaggulagi/ mencengah demi terciptanya Indonesia yang damai, aman dan sejahtera.
    * Artikel ini dikaji pada agenda (ritual) rutin GARUDA| Kamis,01-Nov-2012|19.45wib|di Teras gd B Uin Maliki Malang|.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Artikel Kajian: "Deradikalisasi Berbasis Ormas" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top