728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 06 Februari 2013

    Pemuda Bicara Toleransi


    Pemuda dan Toleransi
        Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, pemuda memiliki peran yang teramat besar bagi pembangunan negara Indonesia. Pemuda dianggap sebagai golongan akar rumput yang paling mewakili kondisi masyarakat Indonesia. Sebagai generasi yang dianggap masih ‘murni’ dari eksploitasi, kiprah kita sangat dinantikan untuk meneruskan pembangunan negara ke arah yang lebih baik di masa depan. Salah satunya adalah mengenai isu persatuan berbangsa dan bernegara. Akir-akhir ini banyak sekali hal-hal yang mengancam persatuan dan kesatuan negara kita. Salah satu yang sedang marak adalah isu-isu yang berkaitan dengan toleransi dan agama.

    A. Pluralisme dan Pluralitas
        Sebelum membahas lebih jauh mengenai peran pemuda terhadap toleransi, mari kita kupas terlebih dahulu kedua istilah di atas. Menurut MUI, Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.

    Adapun Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan. Berangkat dari sini, kita harus secara cermat dan cerdas memilah dan memilih dimanakah posisi kita. Pertama-tama, kita harus berpegang teguh pada keimanan kita. Apabila telah memiliki keyakinan yang kuat, maka kita sudah yakin bahwa apa yang kita imani itulah yang paling benar menurut kita. Namun, di sini kita harus tahu bahwa apa yang menurut kita benar, belum tentu dianggap benar oleh pemeluk agama lain. Yang kita lakukan di sini bukan menerima bahwa agama mereka juga benar, dan juga bukan menyalahkan apa yang mereka percayai. Yang sebaiknya kita lakukan adalah agar terjadi suasanya dimana semua pihak memiliki pengertian satu sama lain, sehingga menjadi maklum terhadap kepercayaan agama lain. Apabila hal ini telah dicapai, maka akan terjadi situadi yang damai dan saling menghormati.  

    B. Menyikapi Perbedaan
        Kita pasti tahu Indonesia adalah negara yang sangat plural. Bukan hanya suku, namun juga agama, bahasa, dan adat istiadat. Seperti yang selalu dikampanyekan oleh Gus Dur, bahwa toleransi dan kerukunan merupakan perekat suatu bangsa. Maka, toleransi dan kerukunan harus diwujudkan bukan hanya dalam level antar-agama, namun juga dalam interaksi internal sebuah agama.

        Hampir semua agama memiliki aliran-aliran sendiri yang membuatnya berbeda satu dengan yang lainnya. Contohnya, di agama Kristen Protestan terdapat banyak denominasi seperti pantecostal, evangelist, pentacosta, messianic, dan masih banyak lainnya. Di agama Buddha juga banyak aliran, seperti Mahayana dan Theravada. Di agama Hindu ada sekte Bhakti, Wisnu, Siwa, Sakti, Tantra, dan lain sebagainya. Di agama Islam juga sangat banyak, mungkin tidak terhitung.

        Sayangnya, terkadang lebih mudah bagi kita untuk bersahabat dan bersikap toleran dengan saudara-saudara kita yang beragama lain daripada bersikap bersahabat dan toleran terhadap saudara-saudara kita sesama agama. Bukankah umat Islam harus selalu mengedepankan ukhuwah? Mungkin itulah pekerjaan besar yang harus kita selesaikan demi persatuan dan kesatuan bangsa. (ZH)


    *Disampaikan dalam Diskusi Rutin GusDurian Malang pada tanggal  06 februari 2013 di Depan Gedung Pasca Sarjana UM
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Pemuda Bicara Toleransi Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top