728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 11 November 2013

    Menuju Indonesia Berdikari Dengan UKM*

    Oleh : Moh. Fauzan

    Kemajuan perekonomian dan kemiskinan yang semakin meningkat menjadi pertanyaan mendasar tentang perekonomian Indonesia. Keadaan dIlematis ini perlu kita telaah lagi penyebabnya dalam rangka mencari “smart solution” untuk keadaan ini sehingga apa yang di idam-idamkan bangsa ini sejak dulu yang tertuang dalam sila ke-5 yaitu bukan hayalan semata.

    Kesenjangan ekonomi dilatarbelakangi oleh dua faktor yaitu aspek kultural dan aspek struktural. Pada aspek kultural yaitu berhubungan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat Indonesia baik lingkup lokal maupun Indonesia secara umum. Sedangkan pada aspek struktural yaitu berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam berberbagai aspek kenegaraan.

    Arus globalisasi yang begitu kuat mencengkram Indonesia dengan “pasar bebas”. Banyak barang impor masuk ke Indonesia yang cenderung harganya lebih murah dari pada harga barang dalam negeri sehingga sulit untuk bersaing.

    Kurangnya perhatian khusus pemerintah terkait Usaha Kecil Menengah (UKM) bahkan kebijakan-kebijakan antara perusahaan besar dan perusahaan kecil bahkan UKM hampir sama. Misalnya berdampak pada persaingan pasar modern dan pasar tradisional.

    Dalam buku “Islamku, Islam Anda dan Islam Kita” yang ditulis oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) tertuang salah satu solusi untuk mencapai “masyarakat yang bertumpukan pada keadilan dan kemakmuran” (al-maslahah al-ammah) dalam aspek perekonomian yang disebut dengan “Ekonomi Rakyat”.

    Ekonomi rakyat bukanlah suatu konsep yang kaku melainkan suatu orientasi dari suatu perekonomian yang seharusnya menjadi ruh dan spirit dari perekonomian Indonesia, yang mana perekonomian Indonesia seharusnya memihak kepada rakyat-rakyat kalangan menengah kebawah yang merupakan mayoritas peduduk Indonesia yang nota bene keadaan ekonominya tertinggal.

    Spirit ekonomi rakyat tidak dapat dipisahkan dengan spirit “BERDIKARI” (berdiri pada kaki sendiri) yang lebih menekankan pada perluasan pasar dalam negeri secara besar-besaran. Untuk mewujudkan itu, butuh tiga hal yang perlu dilakukan yaitu peningkatan pendapatan masyarakat untuk kemampuan daya beli yang besar, pengarahan Industri untuk menghidupkan kembali penyediaan barang pada pasar dalam negeri, indepedensi ekonomi agar tidak tergantung pada tataniaga Internasional.

    Langkah kongkrit yang sering dikatakan Gus Dur dalam beberapa tulisannya yaitu pembentukan dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) secara optimal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran dengan mendorong masyarakat memiliki keterampilan dan menyediakan mikro kredit yang mudah diakses. UKM tidak hanya menguatkan ekonomi rakyat, tetapi juga ekonomi negara secara keseluruhan.Langkah-langkah secara umum yang harus dilakukan oleh pemerintah. Pertama, Pemetaan kawasan sesuai potensi Sumber Daya Alam ataupun Sumber Daya Manusia dalam suatu daerah. Kedua, Sosialisasi di media massa dan pelatihan secara intensif, bahkan kalau perlu dibentuk suatu tim khusus untuk menangani UKM serta diiringi dengan pegawasan dan pendampingan secara kontinu ataupun berkala. Ketiga, pemberian modal oleh pemerintah dengan kredit bunga rendah dan kemudahan dalam birokrasinya.

    * Tulisan ini di ambil dari sumber >> http://www.slideshare.net/JaringanGUSDURian/selasar-edisi-08


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Menuju Indonesia Berdikari Dengan UKM* Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top