728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 05 Desember 2013

    Bedah Buku "DIALOG PERADABAN"


    Setetes mengambil air bening dari terbitan buletin SELASAR Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian (JGD) edisi Sembilan, dihamparkan bahwa GusDur sudah memberi contoh perihal pemikiran yang perlu di abadikan dengan di tulis. Sebagai pengabadian atas sebuah konsep, utamanya tentang toleransi dan pencerahan.

    Bertepatan dengan nuansa panas dinginnya tema wacana, pergerakan serta sikap tentang Toleransi. Komunitas kultural Gerakan GUSDURian Muda (GARUDA) kota malang mendiskusikan buku dari gagasan inspiratif GusDur tentang “DIALOG PERADABAN untuk Toleransi dan Perdamaian” muara dari perjumpaan khusus beliau dengan Daisaku Ikeda, Presiden Soka Gakkai, pendiri Universitas Soka, pendiri Institute Filsafat Timur, seniman, budayawan dan seorang Budhisme Nichiren dari Jepang.

    Dengan menghadirkan Bapak Mohammad Mahpur, yang juga selaku kordinator GUSDURian Community kota malang sebagai pemateri Bedah buku ini. Di ikuti oleh puluhan peserta yang notabene dari kalangan pemuda/mahasiswa. Rabu , empat-12-2013. Bertempat di Ve Caffe kota malang.

    Merasa terilhami serta takjub mendapat sesuatu yang baru dari Buku ini, Bapak Mahpur menyampaiakan bahwa sejatinya Kemampuan toleransi dan perdamaian sebenarnya didasari oleh kematangan seorang diri dan bukan kematangan yang diwujudkan dalam skala besar seperti negara. Hal itu terasa jelas sudah tertanam pada dua sosok Gus Dur serta Daisaku Ikeda.

    Kutipan dari catatan pemateri menyebutkan bahwa, Dialog peradaban adalah kemampuan setiap individu untuk mengenali keutamaan orang lain dan memahami keutamaan sebagai kekuatan pentingnya memahami orang lain.

    Tergugah dari pemaparan pemateri, para peserta di forum ini bergantian meluncurkan pertanyaan-pertanyaan serta pandangan kritis, sehingga forum ini terasa lebih hidup dan menyegarkan.  Toleransi dapat diciptakan melalui hubungan antaragama yang bebas prasangka (evaluasi negatif terhadap orang lain yang belum tentu benar). Tukas bapak mahpur diakhir diskusi.

    Dari forum cangkruan bedah buku “Dialog Peradaban” ini diharapakan tertanam point-point pemahaman baru, pengalaman serta pengamalan  untuk pribadi-pribadi yang toleran dalam bingkai suci kemanusiaan.

    Demikian, ini secercah catatan dari diskusi Gerakan GUSDURian Muda (GARUDA) malang. Semoga bermanfaat. 

    Kamsia…:) 







    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Bedah Buku "DIALOG PERADABAN" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top