728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 26 Desember 2013

    "Indahnya Natal di Hatiku"

    “Perdamaian akan mustahil dicapai manakala kita masih mempunyai prasangka pada umat lain dalam beragama.” #GusDurQuote

    Setetes catatan tentang kehadiran kami tim GARUDA alias jemaat Gerakan Gusdurian Muda dalam skenario perayaan Misa Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sukun Kota Malang, edisi dua-puluh-empat desember 2013.  “Indahnya Natal di Hatiku” sebagai sentuhan judul di petik dari penggalan lirik paduan suara yang dibawakan anak-anak cilik di awal seremony.
     




    Seakan tak disadari, suguhan paduan suara ini untuk adalah menyambut kami, di tambah juga dengan prakata sambutan dari salah satu imam yang berdiri di atas mimbar hanya untuk sekedar memperkenalkan satu per satu nama kami, yang baru menginjakkan kaki pertama kali di Gereja Kristen Jawi Wetan untuk bisa terlibat secara langsung menjadi bagian dari mereka dalam semangat hari suci bagi jemaat kristiani mulai detik awal sampai akhir skenario perayaan malam misa natal. 

    Wajar bagi kami bila mulai awal mempersiapkan niatan ini, hadir pada malam Misa Natal dengan ambang rasa penuh was-was, muncul ke-khawatiran dan kegelapan. Namun semua itu sirna seiring dengan suasana yang penuh keakraban, ‘ke-khusu’an’ selama perayaan Misa Natal, kami semua ada di shof paling depan sebagai tamu, begitu juga jamuan ramah tamah pasca selesainya skenario Misa Natal yang sungguh mengaharukan. tak terbongkar dalam hati kami seraya mengucap subhanallah.

    Tak ada sedikit pun yang dirasa menyinggung, merendahkan, bahkan melunturkan ‘ke-imanan’ kami, dalam skenario “ibadah” malam misa natal. Justru kami bisa mengambil khazanah secara langsung khutbah dari Imam Pendeta Driyandi tentang harta milik tuhan itu bukan uang, de-el-el, tetapi manusia itu sendiri. manusia yang mencerminkan kebijaksnaan, perkasa, kekal abadi, sekaligus menciptakan damai.   

    Dari gerakan “main-main” ini semoga saja mampu menjadi pondasi awal untuk pemahaman, pengalaman, serta pengawalan yang lebih terbuka dengan komunitas agama-agama lain diluar kami.



    “Damai Dalam Perbedaan” di sertai foto Gus Dur yang nyentrik manjadi bagian dari satu tangkai bunga yang kami kemas, sebagai simbolis kami berikan kepada sebagian para jemaat yang hadir disela-sela waktu akan meninggalkan perayaan malam misa natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) ini.


    KAMSIA..(@Anas_Ahimsa)

     
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: "Indahnya Natal di Hatiku" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top