728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 02 Januari 2014

    "Do'a Untuk Gus Dur"


    Untuk Mengenang mendiang #GusDur, mempererat tali persaudaraan, meng-kampanye-kan damai dalam sentuhan kehidupan antar umat beragama di bumi arema. Semoga dan semoga bisa menjadi doa dalam peringatan sekawan tahun Haul Maha Kiai Abdurrahman Wahid. Hajatan yang di inisiasi oleh empat organisasi-komunitas. Gerakan GUSDURians Muda (GARUDA), Encompass, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Committee For Interfaith Tolerance in Indonesia (CINTA),  dan MATAN. Senin malam, 30 Desember 2013 di Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang. 

    Ber-tema-kan “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe”. Yang di ambil dari tulisan #GusDur tentang Nilai-nilai Indonesia, Apakah Keberadaannya Kini? Di buletin Prisma 11, November 1981. Yang secara langsung juga akan menjadi spirit refleksi dan meditasi dalam detik-detik momentum akhir tahun 2013. Acara ini di rapikan dalam konsep ‘’KENDURI LINTAS AGAMA”. Dengan setting testimony dan dialog bersama para pemuka agama dan aliran yang ada. Bunsu Anton Triyono (Kong Hu Cu), Romo Eko Putranto (Katolik), Pendeta Yohannes Hariono (Kristen), Ida Bagus Bajre (Hindhu), Haryono (Budha), Joeda Asmoro (Penghayat Kepercayaan). Sedangkan H. M. Syafiq (Islam) berhalangan hadir. 


    Layaknya alur waktu pertandingan sepak bola, pada 45 menit babak pertama, sesi testimoni dan dialog pembicara di awali oleh Bunsu Anton (Kong Hu Cu): beliau mengungkapkan bahwa, ~seharusnya yang mengadakan haul #GusDur ini adalah kami, karena telah memberikan hak2 kepada kaum Kong Hu Cu, terimakasih gus. Bapak #GusDur adalah pejuang pluralis Mari lanjutkan perjuangan kedamaian ini. berkat #GusDur, etnis Tionghoa bisa di akui oleh Negara Indonesia. Pengikut dan penerus #GusDur tidak kemana-mana, tapi dimana-dimana, Hidup gusdurian muda.~.

    Di lanjutkan oleh Ida Bagus Bajre (Hindhu): ~tidak satu pun dari ajaran beliau yang bertentangan dengan ajaran Hindhu. Kalau dahulu kami ke pure harus sembunyi-sembunyi, sekarang kita bebas, terimakasih #GusDur. Umat Hindhu di Malang merasa aman dan nyaman dalam beribadat, beliau adalah inspirasi tokoh agama Indonesia yang perlu di kenang. Semua Lintas Agama berziarah ke makam #GusDur. memang beliau bapak pluralisme yang luar biasa.~

    Saat giliran bapak Haryono (Budha): beliau dengan lantang mengatakan, ~Hiduuup #GusDur, memang #GusDur masih hidup di kalangan umat budha dikarenakan atas segala jasa dan pemikirannya bagi kami. Kalau kita bisa meniru #GusDur, maka kita layak menjadi Presiden, karena berkat kedamaian beliau menjadi Presiden, luar biasaaa.~

    ~ #Gusdur adalah milik kita semua, salam damai. Beliau adalah pemecah kebuntuan. Segala keputusannya tidak mengecewakan kami kaum katolik. Terima kasih #GusDur.~ tukas Romo Eko Putranto (katolik) di pertengahan waktu babak pertama dialog. Disambung oleh Pendeta Yohanes (Kristen): ~ Acara ini bukan acara yang sporadis, tahun depan semua kelompok minoritas harus di undang. Karena hari ini adalah hari penting bagi kami. Saya bukan orang Islam, dan tak mengerti ajarannya. Tapi setelah saya mengenal #GusDur, saya sangat respect terhadap Islam. Kita yang kuat wajib menanggung yang lemah, itu bunyi dalam alkitab, rupanya #GusDur telah mengamalkannya. Kasih tuhan bagi beliau.~


    Sementara penyampaian testimony dari Pak Yudo Asmoro (Penghayat Kepercayaan) tak sempat kami rekam banyak. Hanya kami mengingat beliau menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Dan Salam Rahayu..Salam Rahayu menggema. Sebagai salam dan untuk menyapa semua yang hadir di acara ini. 

    Di masa injury time babak pertama usai, giliran apresiasi seni dari Teater Sebelas (TELAS RIA), yang mencairkan suasana menjadi asyik dengan nada instrument, lagu Solawat Global, dan beberapa penggal lirik Syi’ir Tanpo Wathon aransemen versi anyar dari mareka. 

    Kala waktu memasuki babak 45 menit babak kedua, saat yang dinanti akhirnya tiba, yakni orasi ‘Perdamaian’ dari Inayah Wahid (Puteri ke 4 #GusDur). di awal pra-kata beliau mengatakan jika tema Haul #GusDur “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe” di kota malang ini adalah khas pemuda. ini sinergi dengan tema besar peringatan Haul #GusDur (28 Desember 2013) yakni upaya untuk “Membangun Keikhlasan Bangsa”. #GusDur nya boleh gak ada, tapi ajarannya harus tetap ada. Salah satunya adalah keikhlasan, seperti panitia malam ini. 


    Tidak banyak waktu menyampaikan testimony “Perdamaian”, Inayah Wahid rupanya sudah mempersiapkan oleh-oleh sebuah karya puisi persembahan pada haul #GusDur yang sebelumnya memang telah di request oleh salah satu panitia. “Zamane Wolak Walik” judulnya. dan berdoa untuk #GusDur dipimpin masing-masing pemuka agama serta kepercayaan menjadi ending dan inti dari hajatan ini acara.


    Semoga manfaat…KAMSIA. (@anas_ahimsa)





    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: "Do'a Untuk Gus Dur" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top