728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 06 Januari 2014

    "Santri Berbicara HAM"


    Nahdatul Ulama (NU) dengan lembaga-lembaga pesantrennya biasanya dijadikan sebagai mitra strategis yang dianggap mampu membangun kehidupan keagamaan Islam yang moderat dan toleran di tengah-tengah masyarakat. 

    Di era 80-an hingga 90-an, melalui sosok Gus Dur, pesantren terlibat dalam kerja-kerja pemberdayaan masyarakat, baik di isu ekonomi, demokrasi maupun HAM. Pesantren tumbuh menjadi situs-situs penyemaian demokrasi, toleransi dan HAM. 

    Akan tetapi, ada sebuah arus baru yang entah disadari atau tidak sedang mengubah peran strategis komunitas santri ini. Pesan-pesan damai, toleransi, dan keramahan dalam ber-Islam mulai pudar. Terlepas dari tuduhan ngawur bahwa pesantren terlibat dalam jaringan terorisme global, namun berbagai kekerasan sipil yang terjadi di masyarakat sulit untuk dilepaskan dari keterlibatan komunitas santri ini. Banyak yang berspekulasi bahwa ini hanyalah fenomena letupan dari rasa frustasi sosial. Namun, retorika-retorika yang muncul, terutama dalam kekerasan-kekerasan bermotif agama, tidak berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok-kelompok Muslim garis keras. 

    Seakan komplementer terhadap keterlibatan komunitas ini dalam kasus-kasus kekerasan, komunitas pesantren ini adalah respon negatif terhadap isu-isu HAM. Cara yang biasa digunakan untuk membela diri selalu memperlihatkan dua cara: dalil-dalil agama intoleran dan penyangkalan atas HAM. Pertanyaan yang muncul adalah apakah NU dengan pesantrennya yang selama ini menjadi ikon dari moderatisme Islam telah menemukan titik konsensus dengan Islam radikal pengusung Islam kekerasan?

    hal ini merupakan salah satu yang melatar belakangi Komunitas GUSDURian Pasuruan yang tergabung dalam KGSKR (Komunitas Gitu Aja Kok Repot) bekerjasama dengan  CMARs dan STAPA melakukan kegiatan "SEKOLAH HAM dan SANTRI" yang tujuannya untuk mendialogkan secara kritis prinsip-prinsip dan konsep-konsep HAM yang universal dengan ilmu-ilmu Ke-Islam-an  klasik yang dikaji di Pesantren. 
    Karena KGSKR Pasuruan dan GARUDA Malang merupakan dua komunitas yang tergabung dalam Jaringan GUSDURian dibawah komando Alissa Wahid . Sehingga sudah selayaknya ikut berparisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mendelegasikan dua kader Garuda Malang. 

    Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh kader Garuda Malang serta khalayak, dirasa sangat penting untuk mendiskusikan kembali dan menindak lanjuti kegiatan tersebut dalam Kajian rutin Garuda malang. guna berbagi pengalaman, mongokohkan pemahaman serta mensolidkan pengawalan dalam kaitannya ttg "HAM dan SANTRI" di kota malang khususnya.

    Hari-Tanggal : Rabu - 08 Januari 2014
    Jam           : 19.30-22.00 WIB
    Tempat      : Ve Kaffe Jl.sigura-gura malang
    Fasilitator     : Moh. Mikdat Ilmi dan Ahmad Basith
    Tema Kajian     : “Santri Berbicara HAM”

    * Terbuka & Umum. Cp : Fauzan (0857-5524-0154)
      
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: "Santri Berbicara HAM" Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top