728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 17 November 2014

    PEMUDA DAN PERDAMAIAN: MOMENTUM HARI TOLERANSI INTERNASIONAL 2014

    Penggalanagn aksi 1001 tanda tangan yang kami petakan di salah satu sudut jalan ijen mulai jam lima pagi. Mendapat apresiasi dan ekspresi yang bisa dikatakan dahsyat dengan keterlibatan secara langsung dari para manusia yang berkeliling melakukan aktifitas liburan minggu pagi di kawasan car free day ini.

    Kolaborasi berbagai elemen komunitas yang betemu pada satu titik mengatas namakan “Pemuda Lintas Iman” seperti KPR (Komisi Pemuda Remaja) GKI, Lembaga Bhinneka, DPPM (Dewan Pembinaan Pemuda & Mahasiswa) GKJW, Ngapel (Ngalam Peace Leader), GMuP (Gerakan Menulis untuk Perdamaian), serta Komunitas Kultural Jaringan Gusdurian Malang, menjadi satu kesatuan spirit kebersamaan yang bisa kita bungkus secara rapi. 

    Selain di jalan ijen, aksi kami juga terbagi di GKI tumapel, teman-teman dari KPR GKI malang raya menyempatkan di sela-sela waktu menjelang kebaktian hari minggu pagi dengan membagikan selebaran, stiker, dan ucapan-ucapan selamat hari toleransi di sepanjang area pasar bunga.

    Di Jalan Ijen, mulai pejabat pun "penjahat", penjual cilok, es degan, mahasiswa, warga asli kota malang sendiri khususnya arek-arek cilik yang mengaku dirinya sebagai aremania. Juga tersentuh meluangkan sedikit waktunya untuk membekaskan tinta tanda tangan serta pesan damai, pada moment hari toleransi internasional.   

    Bermodalkan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para penggerak “Pemuda Lintas Iman” semakin bergairah dengan antusiasnya dukungan para pejalan kaki, pemancal sepeda ontel, untuk meneteskan tandan tangan serta pesan di kain putih 16 meter kami. Diantara Pesan-pesan yang tertulis di “kain suci” seperti,  Salam Dami, Peace for All, tolaransi itu kebutuhan, perdamaian NKRI harga mati, dan Bubarkan FPI!!! juga terpampang menghiasi...

    Suasana lain yang sedikit mengejutkan, adalah dengan kehadiran para kakang-mbakyu kota malang 2014 yang bersedia mendukung dengan terlibat langsung bersama kami untuk mengkampanyekan tentang betapa pentingnya menumbuhkan benih-benih kesadaran toleransi dan perdamaian. 

    Cuaca yang mulai panas pun dilihat kain putih kami sudah penuh dengan seribu lebih tanda tangan dan coret-coretan. Kami langsung mempersiapkan untuk melanjutkan aksi pembacaan bersama deklarasi damai, di awali menyanyikan prasasti lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di iringi parade drum band kawan-kawan mahasiswa brawijaya, yang sejatinya sedang melakukan latihan rutin, namun tak mau kalah bersedia berpartisipasi dengan gerakan kami.

    Point-point deklarasi gerakan “Pemuda Lintas Iman” Kota Malang 2014: 
    - Kami Pemuda Lintas Iman akan setia berjuang untuk mewujudkan sikap saling toleransi dan perdamaian dunia.
    - Kami Pemuda Lintas Iman akan melawan segala sikap intoleran atas nama agama
    - Kami Pemuda Lintas Iman akan hidup harmoni dan setara dalam perbedaan 
    - Kami Pemuda Lintas Iman berkomitmen mewujudkan toleransi dan perdamaian bukan sekedar teks   makna, tapi dalam bentuk aksi nyata.



    Usai membacakan deklarasi bersama kami melanjutkan aksi long march, ber-orasi sepanjang jalan ijen, dan berhenti untuk berpotret sejenak di depan halaman gereja katedral. Berkeliling lagi sampai menuju titik awal kami beraksi. Di akhir serangkaian kegiatan pagi kami melakukan bersih-bersih memunguti sampah di sekitaran area yang kami tempati, sebagai wujud untuk tidak mentolelir pembuangan sampah sembarang, dan menjadi bagian tanggung jawab kami bersama menjaga kebersihan di kota malang tercinta ini.

    Dalam kesempatan memperingati hari toleransi internasional, elemen pemuda lintas iman yang juga rata-rata pengagum Gus Dur ini, mempunyai inisiatif untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Untuk menetralisir ketegangan-ketegangan antar agama, mencoba mengambil langkah antisipasi, Semua ini dilakukan demi menjaga kebersamaan dan keharmonisan antar umat beragama, khusunya di kalangan pemuda kota malang sebagai inisiator.

    komitmen penggerak dari masing-masing Komunitas:
    ***
    “Jangan Ngomong Perdamaian Tanpa Keadilan”.
    -Aji Prasetyo- (Lembaga Bhinneka)
    “Kemanusiaan adalah Nilai Tertinggi Dari Toleransi”.
    -Afdila- (Ngalam Peace Leader)
    “Toleransi Harus Menjadi Garis Terdepan Ketika Hidup Beragama”.
    -Devian- (KPR GKI Malang Raya)
    “Perdamaian adalah ketika kita hidup bersama, tanpa ada rasa saling curiga”.
    –Samuel Evan- (DPPM GKJW)
    “Penerimaan atas segala perbedaan & keunikan, adalah kunci menuju perdamaian”.
    –Dika Sri Pandanari- (GMuP)
    “Seburuk-buruknya kebencian dan permusuhan adalah dengan cara mengatasnamakan tuhan”.
    –Moh Fauzan- (Garuda)
    ***

    Kegiatan dalam momentum hari toleransi internasional di kota malang di sambung dengan acara malam pamungkas, jagongan diskusi bedah film “40 Years of Silence: And Indonesian Tragedy”. 
    Film pendek karya Robert Lemelson yang menceritakan pengakuan beberapa individu dan keluarga tragedi G 30 S PKI 65-66. Bertempat di https://twitter.com/Tjangkir13, yang juga di jadikan sebagai sekretariat nongkong bersama para pegiat perdamaian di kota malang. Pemutaran film serta diskusi ini banyak diikuti kalangan pemuda.

    Sambil menikmati Kopi khas Malang, banyak yang di ungkapkan para peserta diskusi, film ini bisa dikatakan mewakili tragedi-tragedi lain, dimana malang juga termasuk salah satu daerah yang terimbas efek situasi peristiwa itu, sebut mas @wasissas sang kopiers juga pecinta Gus Dur ini.  Salah satu peserta yang lain juga menyampaikan komentar tentang film ini, dimana dia melihat peran agama tidak hanya diam, tapi berperan aktif dalam tindak kekerasan 65-66 di film ini, tukas mas Daniel dari pemuda GKI Tumapel.

    Ajarkan anak2 untuk menghilangkan dendam- ungkap Sumini dalam salah satu adegan film, Forum diskusi yang dimulai sekitar jam 19.45 ini akhirnya disudahi pukul 23.00wib, dengan di motori oleh Aji Prasetyo sebagai fasilator. di detik-detik akhir menutup jagongan malam ini beliau berpesan bahwa, Dasar kita melakukan/bersuara toleransi ini adalah kemanusiaan.


    Sekian...

    Sedikit catatan dari pagi kami aksi damai di jalanan dan jagongan diskusi malam dalam kedai ini, juga setidaknya untuk menegaskan bahwa adannya cita-cita mewujudkan toleransi dan perdamaian di kota malang dari kalangan pemuda sebagai ciri khasnya, jika senantiasa terus digalakkan dalam kehidupan ini akan menjadi sesuatu yang sangat indah, bukan? 

    Selamat & Semangat Hari Toleransi Internasional 2014.

    (anas_ahimsa)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: PEMUDA DAN PERDAMAIAN: MOMENTUM HARI TOLERANSI INTERNASIONAL 2014 Rating: 5 Reviewed By: GUSDURian Malang
    Scroll to Top