728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 28 Oktober 2015

    2 KATA 1 ARTI 2 MAKNA (KETAUHIDAN)


    Mulanya hanya sekedar pertanyaan dari adik santri putri yang bernama Siti Hazrotun H. M. di PP. Bahrul Maghfiroh Putri Dinoyo-Malang saat majlis ta’lim berlangsung sekitar 2 tahun lalu. Ketika itu dia menanyakan sebab/alasan tentang mengapa mayyit di alam kubur oleh malaikat diberi pertanyaan dengan menggunakan kata “man robbuka?” bukan “man ilaahuka?” , yang mana dua kata ini (robb & ilaah) memiliki arti yang sama yaitu TUHAN. Pertanyaan ini pada awalnya hanya menyangkut tata bahasa (sinonim kata), namun di kemudian hari pembahasan ini berkelanjutan, sebagai konsekuensi karena saya tidak tahu jawaban yang tepat dan benar dari pertanyaan tersebut sehingga saya harus menanyakannya kepada Gus Abdul Harist yang merupakan ustadz pelajaran aqidah di PP. Darul Karomah Singosari-Malang (pesantren tempat saya menimba ilmu saat masih sekolah). Sehingga sebenarnya pertanyaan ini sesuai dengan materi yang saat itu sedang saya berikan kepada adik-adik santri putri yaitu Aqidah Ummat Islam (salah satu kitab yang pernah diajarkan oleh beliau Gus Abdul Harist) dimana tata bahasa tersebut sangat berpengaruh juga terhadap pemahaman arti dan makna kata TUHAN atau ketuhanan itu sendiri.

    Beberapa bulan kemudian saya menghubungi Gus Abdul Harist yang sedang studi di Beirut-Libanon untuk menanyakan tentang perbedaan 2 kata di atas yang ditanyakan oleh salah satu santri putri PP. Bahrul Maghfiroh, meskipun hanya melalui media facebook. Percakapan di antara kami pun dimulai :

    Penulis : Assalamu’alaikum… Gus bade tanglet tentang bhs arab (04-03-2014)
    Gus Abdul Harist : Monggo, ,,,kalau saya tau insyaalloh tak jawab (07-03-2014)
    Penulis : Bedanya lafadz robb dan ilaah ? soalnya kulo ditangleti kale adek2 di pondok mengapa waktu di alam barzah malaikat itu tanya kepada jenazah/mayyit man robbuka sanes man ilaahuka…? (10-03-2014)
    Gus Abdul Harist : Ar rab adalah nama khusus bagi Allah… begitu juga ilaah… gak usah diladenin dulu, bilang aja yang penting siapin amal sholeh untuk menjawab pertanyaan malaikat… oke (20-03-2014)
    Penulis : Owh ngoten nggeh gus… tapi kalau menurut arti secara lughowi atau bahasanya sendiri menawi wonten perbedaan nopo mboten gus kedua lafadz tersebut ? (23-03-2014)
    Gus Abdul Harist : Belum tau… aku tanya dulu ama syekh… (28-03-2014)
    Penulis : Owh nggeh gus… sepuntene ngrepoti gus, maturnuwun nggeh (01-04-2014)
    Ternyata beliau sendiri (Gus Abdul Harist) juga belum tahu perbedaan arti secara bahasa di antara lafadz robb dan ilaah tersebut, sehingga beliau masih perlu menanyakan jawaban yang tepat kepada syeikh-nya di Beirut sana tempat beliau menjalani studinya. Nasihat dari beliau yang ada malah kami (yang di malang) disuruh banyak beramal sholih untuk mempersiapkan jawaban atas pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur tersebut.

    Jawaban dari pertanyaan saya di atas akhirnya terpenuhi juga sekitar 1 bulan kemudian yaitu tepatnya pada hari ke-14 bulan Mei 2014 dengan penjelasan secara rinci dari beliau sebagai berikut :

    Gus Abdul Harist : Kata robb jika dikasih al ta’rif  berarti allah… bukan yang lain,  adapun ilaah pada dasarnya hanya dimutlakkan kepada allah… karena ilaah bermakna dzat yang bersifat ketuhanan yang berkuasa untuk menciptakan sesuatu  dari tidak ada menjadi ada (14-05-2014)
    Penulis : Berarti lafadz yang lebih spesifik untuk dzat-Nya yaitu lafadz ilaah nggeh gus…? (15-05-2014)
    Gus Abdul Harist : iya (15-05-2014)
    Sehingga dengan keterangan jawaban beliau di atas, saya mulai bisa mengambil pemahaman tentang perbedaan 2 kata ini yang memiliki arti sama yaitu TUHAN. Perbedaan makna dari kata robb dan ilaah ini mempengaruhi juga terhadap perbedaan penggunaannya dalam konteks beberapa cabang ilmu agama di islam. Contohnya saja pemakaian istilah untuk menyebut/memanggil tuhan bagi semua umat manusia apapun agamanya yaitu dengan memakai kata ALLAH bukan kata lain ataupun dari bahasa lain. Tanpa disadari sebenarnya kata ini berasal dari bahasa arab al + ilaah allah , yang mana dalam bahasa arab sendiri penggunaan istilah tuhan (spesifik untuk dzat-Nya) tidak menggunakan lafadz robb.

    Hal ini dikarenakan sifat dari 2 kata ini berbeda, yaitu kata robb masih bersifat umum (dalam bahasa arab istilahnya nakiroh) sedangkan kata ilaah sudah bersifat khusus (ma’rifat) meskipun tidak diberi awalan al ta’rif  sesuai penjelasan dari Gus Harist di atas. Namun ketika kata robb diberi awalan al ta’rif  maka sifat dari makna tuhan pada lafadz ini sama dengan kata ilaah, sebagaimana fungsi dari al ta’rif  itu sendiri yaitu untuk merubah sifat kata  dari umum menjadi khusus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 2 kata ini memiliki 1arti bahasa yang sama namun mempunyai 2 makna yang berbeda. Inilah salah satu keistimewaan bahasa arab yaitu sebagai bahasa para ahli surga (ketauhidan), bahwasannya kunci masuk surga yaitu kalimat laa ilaaha illa Allah Muhammad rosulullah bukan memakai kata laa robba illa Allah. Kalimat tersebut juga tertulis di atas pintu masuk surga. Penjelasan mengenai ini sampai sekarang masih belum saya sampaikan pada si penanya yaitu adik santri putri PP. Bahrul Maghfiroh yang bernama Siti Hazrotun H.M. yang saat ini dia sudah kuliah di Institut Ilmu Quran Jakarta. Jadi sampai sekarang saya masih punya hutang untuk menyampaikan ilmu ini kepadanya.

    Beragam tata bahasa umat manusia yang pernah ada di bumi ini sejak diciptakannya manusia pertama yaitu nabi Adam, begitu juga agama yang mereka anut. Namun tujuannya tetap pada satu yaitu ALLAH meskipun kitab pedoman tiap-tiap agama berbeda dengan memakai bahasa yang berbeda-beda pula, misalnya saja pada kitab Taurat yang diturunkan pada nabi Musa menggunakan bahasa Ibrani. Meskipun demikian tetap saja mereka umat nabi Musa dalam memanggil/menyebut tuhannya dengan menggunakan kata ALLAH. Sebelum yang maha pencipta alam ini menciptakan manusia, dzat-Nya sudah terlebih dulu menciptakan surga (dalam sebuah hadist disebutkan termasuk kalimat yang tertulis di atas pintu masuknya). Berarti bahasa arab ini memang merupakan bahasa pilihan untuk ketauhidan atau ketuhanan. Konteks bahasa di sini yang dimaksud yaitu bukan mengenai tulisannya (arab → huruf hijaiyah) namun lebih tepatnya pada tata bahasa yang diucapkan oleh lisan (kalimat komunikasi), sebab jika yang dimaksud arab itu tulisannya maka sebetulnya tulisan arab itu sendiri masih terbilang baru. Dulu pada masa nabi Muhammad huruf-huruf hijaiyah tersebut belum ada titik maupun harakatnya. Sedangkan mengenai tulisan yang berada di atas pintu masuk surga itu hanya Allah yang lebih tahu akan kebenarannya waallahu a’lamu bis showaab. Semoga kita dijadikan golongan ahli surganya Allah subhaanahu wa ta’aala. Amin.


    Raudatul Jannah
    (Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur Pertama Gusdurian Kota Malang 2015)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: 2 KATA 1 ARTI 2 MAKNA (KETAUHIDAN) Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top