728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Selasa, 17 November 2015

    16 November = Hari Pupuk Bawang

    Oleh: Viki Maulana

    Maaf sebelumnya, kehadiran tulisan ini bukan bermaksud untuk mencederai hari toleran atau bahkan yang lebih keji lagi mengolok-ngolok hari toleran, SUMPAH tidak ada tersbesit sedikitpun dalam benak saya melakukan hal itu. SUMPAH serius banget bacanya hahaha

    “hey rek, muiz karo rouf dadi pupuk bawang ae yo” ujar saipul pada rekannya saat bermain Jumpritan 


    “ lha lapo dadi pupuk bawang???” jawab fauzan sedikit menggerutu pada saipul

    “kan mereka masih kecil, masak mereka lawan kita yang besar, sepakat ya semua muiz karo rouf dadi pupuk bawang” ujar saipul

    ”SEPAAAKAATTT” teriak semua pemain 

    Haha ayo kita merecall kenangan masa lalu yuk, masa kecil yang bahagia dimana hidup hanya untuk makan, bermain, sekolah, main, tidur, main dan main semua isinya serba bermain. Aku rindu masa itu.

    Siapa yang tak kenal istilah pupuk bawang??? lebih tepatnya mungkin bukan istilah namun gelar lebih tepatnya. Gelar yang pernah kita dapatkan kala itu bahkan kita juga pernah meng-anugrahkan pada teman atau adek di bawah kita. Wuihhh hebat ya masa kecil kita, sudah bisa ngasih gelar pada seseorang. 

    Tuh kan saya lupa mau nulis apa, karena terlampau sibuk mengingat kebahagiaan masa lalu, hmmm!! Oia, kenapa saya menyebut 16 november sebagai hari pupuk bawang? tentu saya tidak sembarang ngomong ini, karena saya memiliki landasan teoritis yang kuat dan pelaku sejarah yang masih banyak hidup tentang pupuk bawang.

    Dalam kamus besar bahasa Indonesia toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Sedang dalam Wikipedia tolenran diartikan sebagai istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat.

    Nah dalam pandangan ini mengapa saya menyebut juga sebagai hari pupuk bawang? Ya karena adanya pupuk bawang itu merupakan implementasi dari sikap menghargai, membolehkan dan tentunya berasaskan keadilan. Ehhh bukannya pupuk bawang itu suatu bentuk diskriminasi ya? Ohh tentu beda konteks boy, karena pupuk bawang ada untuk tetap bermain bersama walaupun beda usia atau kemampuan guna terciptanya kebahagiaan dalam permainan, iya kan??

    Ingin rasanya aku berjumpa dengan pencetus pupuk bawang, kemudian sungkem wolak walik atas jasanya mensejaterahkan dan membahagiakan permainan anak kecil masa itu. Kalau boleh membayangka, mungkin sosok beliau begitiu bijaksana, sopan, dan tak luput dari senyuman. Hmm ingin rasanya menjadikan beliau menjadi pahlawan toleransi atau menulis beberapa bait dengan judul ”pahlawan toleransi yang terlupakan” hahaha

    Kalau boleh request, ayo kapan-kapan gusdurians main jumpritan, gobak sodor, beteng-betengan dan permainan lainnya bersama anak-anak kecil pinggiran kota atau anak-anak desa agar bias me recall kenangan masa lampau sekaligus menyebar virus toleransi sejak dini. 

    Mungkin ini saja yang bisa saya tuliskan, masihkah ada keraguan dalam benak anda kalau hari ini juga hari pupuk bawang? lagi lagi itu adalah kemerdekaan sodara dalam bersikap dan berfikir. Semoga tulisan ngawur ini tak dibaca. amin
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: 16 November = Hari Pupuk Bawang Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top