728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 04 November 2015

    Marjinal Juga Gusdurian Yang Taat


    Oleh: Viki Maulana

    Siapa yang tak kenal band marjinal yang berpenampilan nyentrik dan gemar menciptakan serta membawakan lagu lagu perlawanan. Yaaa…band itu adalah band kesukaan keluarga saya sejak era 45 hahaha ngawur, “ngawur karena benar”!!

    Kembali ke topik bray, kenapa saya menyebut marjinal sebagai salah satu gusdurian yang taat, keyakinan ini saya peroleh setelah mendalami serta berdzikir syair-syair lagu marjinal setiap sehabis shubuh dan mengaji 9 nilai utama pemikiran gusdur di www.gusdurianmalang.net (monggo di cek, web-nya keren lho) separuh promosi gus anas.

    Oke akan saya jelaskan kenapa marjinal juga gusdurian, walaupun sangat dhaif tulisan ini mohon untuk tidak membacanya secara tegang dan serius, karena waktu saudara akan terbuang sia sia kisanak.

    Pertama adalah nilai ketauhidan (spiritualitas), dalam hal ini marjinal begitu tauhid dengan selalu dan selalu menciptakan suluk perlawanan dari album ke album. Ingatt!! Ketauhidan yang bersifat ilahi itu diwujudkan dalam perilaku dan perjuangan sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Nah, bener kan marjinal itu gusdurian dengan menjadi pejuang sosial?

    Kedua adalah kemanusiaan, nilai nilai kemanusiaan selalu di junjung tinggi marjinal lho, dengan kampanyenya anti rasis, anti fasis dll. Pernah tidak kalian mendengar marjinal membid’ahkan, meliberalkan, mensesatkan, mengkafirkan, dan meng-ahlu-n-naarkan orang lain di luar kelompoknya?? Tentu tidak kan, ingin rasanya pulang ke rumah dan berteriak depan pintu rumah “mak, emak, marjinal itu juga gusdurian mak” hahaha..

    Wadalah kalau diurai satu satu rasanya tak mungkin bisa ini karena uang saya hanya 5500 rupiah, cukup untuk membeli nutrisi secangkir kopi dan surya eceran 2 batang, jadi diringkas sajalah

    Nilai ketiga, keempat dan kelima yaitu keadilan, kesetaraan, dan pembebasan. Nilai yang sangat kental pada jamaah marjinal. Marjinal begitu konsisten menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, dan pembebasan yang di implementasikan dalam setiap bait bait lagunya, seperti lagu “luka kita”, “marsinah”, “negeri ngeri” dan download aja sendiri agar saudara juga bisa berdzikir selepas shubuh bersama marjinal.

    Seolah ingin menunjukkan dirinya gusdurian di bumi nusantara, marjinal pun juga membalut dirinya dengan kesederhaan; dalam berkehidupan seperti nilai ke-enam Gus Dur dengan mengedepankan hidup tak mewah namun nyaman dan ramah, mandiri. Dan yang terpenting tidak latah trend. Hmmm sungguh band yang uswatun hasanah marjinal ini

    Dalam kesehariannya marjinal memiliki bascamp yang bebas untuk siapa saja, disana mereka berkarya, berdiskusi, berdikari, beli rokok urunan, beli makan patungan, dan aktivitas lainnya. Bascamp ini sebagai wujud persaudaraan marjinal untuk semua kalangan, sesuatu banget bukan? Yeaahh marjinal juga gusdurian dengan nilai persaudaraan.

    Marjinal memulai awal karirnya pada tahun 1997 ketika itu masih menggunakan nama AA (Anti ABRI) dan AM (Anti Military) dalam komunitas underground. Band punk yang berformasikan awal (1997) Romi Jahat (vocal), Mike (gittar ), Bob (bass), Steven (drum), terbentuk atas latar belakang kesamaan dalam menyikapi belantika hidup satu sama lainnya. Mereka berusaha menyampaikan suatu pesan akan suatu penolakan maupun penerimaan dan harapan setelah apa yang dirasa , dilihat , di raba , dan di dengar dalam kehidupan sehari-hari.

    Memasuki tahun 2001 band punk ini mulai menanggalkan nama AA dan AM, mereka resmi menggunakan nama baru yaitu Marjinal. Nama baru di dapat ketika Mike, sang vokalis terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan “Marsinah..Marsinah..Marjinal”. edaan tenan marjinal ini begitu Ksatria, gimana tidak ksatria coba lahirnya pada masa ORBA yang mana banyak orang mengamankan diri bersembunyi di bawah pohon beringin sedang marjinal asyik berani bernyanyi melawan, di bawah panasnya kebengisan kekuasaan. TOP marjinal TOP mak!!!

    Dan, sebuah usaha saya meyakinkan bahwa marjinal pun gusdurian yang taat, ini terasa begitu sulit dengan kondisi kopi yang tinggal ampasnya dan rokok tinggal putungnya. Bismillah, Kearifan lokal Indonesia di antaranya berwujud dasar negara Pancasila, Konstitusi UUD 1945, prinsip Bhineka Tunggal Ika, dan seluruh tata nilai kebudayaan Nusantara yang beradab. Lhaa marjinal juga berkomitmen untuk selalu menjunjung nilai Kearifan lokal dalam karya-karya kehidupan di negeri merah-putih ini.

    “kok bisa ya kak???” kata adekku

    “Bisa donk dek, adek pernah mendengar marjinal korupsi atau melakukan intimidasi pada kelompok lain???”

    “Enggak kak”.

    “ Lha karena itu, kakak bilang marjinal itu punya sisi Kearifan local dengan menyuarakan keadilan yang berpedoman UUD 45, tidak mengintimidasi kelompok lain karena dasar semangat bhinneka tunggal ika“.

    “Oo gitu ya kak, adek mau jadi marjinal deehh klo gitu biar bisa masuk surga”

    “Hahaha..terserah adek karena hidup itu pilihan”

    Wa ba’du..

    Gimana, masihkah ragu kalau marjinal adalah gusdurian yang taat? Kemerdekaan saudara sekalian melihatnya,  karena itu pilihan, yang penting saya sekedar menulis ngawur dan berharap tidak dibaca. Bye…

    * Penulis adalah anggota newbie marjinal chapter dinoyo ngalam, pernah suka muiz namun dicampakkan, dan pengagum berat kang anas dan cak fauzan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Marjinal Juga Gusdurian Yang Taat Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top