728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 22 Oktober 2015

    Sang Liyan di tubuh Si Alien


    Beberapa waktu lalu saya baru saja menonton sebuah film india “PK”. Meskipun saya terbilang telat untuk menontonnya, film ini telah membuat saya mempunyai cara pandang baru terhadap film india yang selama ini saya tonton. Unik dan menggelitik. Itulah kesan saya setelah menonton film ini. Ide cerita film ini membahas Tuhan dan agama-agamanya dari sudut pandang yang unit dan tidak bisa disalahkan : alien. Coba bayangkan jika perdebatan tentang Tuhan itu dilakukan oleh salah satu manusia. Dia bisa diusir dari suatu negara dan dihalalkan darahnya untuk dibunuh. Kalo dia berdebat di media sosial di indonesia, maka dia bisa dipenjara dengan dalih pasal pelecehan terhadap agama. Tapi kalo alien ? dia adalah makhluk diluar jangkauan manusia di bumi. Dia tidak terkena hukum yang ada karena dia punya hukum sendiri.

    Sebenarnya ada juga jenis manusia yang tidak bisa disalahkan karena tidak terikat secara langsung dengan hukum agama. Contohnya adalah anak kecil dan orang tidak waras. Saya pernah membaca bahwa anak kecil memiliki logika khas mereka dan sering bertanya tentang hal-hal kecil yang terkadang tidak bisa dijawab oleh orang tuanya. Anak kecil kadang bertanya tuhan itu dimana, tuhan sedang apa, dan lainnya. Namun anak kecil masih dibatasi oleh kekuasaan bernama orang tua dan orang dewasa. Jika pertanyaan anak kecil itu mulai dianggap menyimpang dan sulit dijawab, orang tua biasanya akan mengalihkan perhatian dan menggunakan kekuasaannya dengan berkata "hush ! kamu belum cukup dewasa untuk paham hal itu!".

    Manusia jenis kedua yang tidak bisa disalahkan adalah orang tidak waras. Dia bisa berbicara apa saja yang dia mau. Memperdebatkan Tuhan tanpa ada yang menginterupsi karena orang lain menganggap dia sudah kehilangan akal sehatnya. Bahkan dalam agama islam, orang yang tidak waras tidak memiliki kewajiban apapun berkaitan dengan ibadah kepada Tuhan.

    Alien merupakan jenis yang lebih unik lagi. Dia tidak terikat hukum di Bumi. Alien memiliki aturan sendiri di planet tempat dia berasal. Alien bisa bertanya tentang apapun tanpa perlu merasa memiliki kepentingan dan tendensi untuk menghina seseorang atau sekelompok orang. Alien bertanya karena dia merasa tidak tahu dan memiliki rasa ingin tahu atas ketidaktahuannya. Ini yang bikin film ini gemas. Pertanyaan yang menggeletik yang selama ini tidak pernah terlontar berkaitan dengan agama begitu mudahnya menggelinding.
    Film ini mengajarkan pada saya tentang banyak hal. Bahwa sebenarnya Tuhan dan agama-agama yang ada tidak pernah berseteru. Yang berseteru ? tentu saja orang-orang sok tahu yang mengklaim Tuhan dan agama adalah milik mereka. Rasa ke-aku-an yang diselingi dengan iming-iming surga dan neraka membuat beberapa 'oknum' merasa memiliki hak untuk menyalahkan pilihan yang berbeda dengan mereka.


    RIA AS
    (Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur Pertama Gusdurian Kota Malang 2015)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Sang Liyan di tubuh Si Alien Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top