728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Selasa, 01 Desember 2015

    Diskriminasi di Negeri Kita

    Oleh: Billy Setiadi

    Mungkin masih banyak orang yang sensitif mendengar kata Ahmadiyah, khususnya di kalangan umat Islam sendiri. Karena Ahmadiyah dianggap sebagai sesat atau menyimpang dari ajaran Islam pada umumnya. Ini dibuktikan dari keluarnya Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 menteri yang menganggap Ahmadiyah di luar Islam.

    Berangkat dari semangat untuk menelaah lebih dalam tentang sejarah, nilai-nilai ajaran, serta semangat kebangsaan dari Ahmadiyah di Indonesia, pada tanggal 29 November 2015, Peace In Diversity (PID) Malang mengadakan dialog pemuda lintas agama perdana yang bertempat di Vihara Dharma Mitra Arama, Malang.

    Mengusung tema “Diskriminasi Ahmadiyah”, Peace In Diversity Malang berusaha mengungkap apa yang dirasakan umat-umat Ahmadiyah di dalam bermasyarakat. Empat pemuda dari JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) menjadi fasilitator dalam dialog lintas agama ini. Mereka sangat berterimakasih sudah diberikan tempat untuk berbicara. Karena sebagian besar umat Islam masih sangat risih akan keberadaan umat-umat Ahmadiyah. Sehingga jemaat Ahmadiyah seakan-akan susah untuk menceritakan dan mengklarifikasi masalah-masalah atau diskriminasi yang dihadapi.

    Dalam dialog ini fasilitator Ahmadiyah menceritakan diskriminasi-diskriminasi yang dialami. Mulai dari perusakan-perusakan tempat ibadah, pemukulan, atau pembunuhan yang menimpa umat-umat Ahmadiyah. Bahkan salah satu fasilitator dari Ahmadiyah tidak bisa menahan air matanya saat bercerita bahwa Ahmadiyah bisa diakui, tapi tidak sebagai Islam. Mereka mengaku sangat sakit hati karena mereka juga berpaku pada Al Quran dan Al Hadits, menjalankan Rukun Islam dan Rukun Iman, tapi tidak dianggap Islam.

    Bahkan dalam beberapa aksi kekerasan yang menimpa jemaat Ahmadiyah, mereka dilarang membalas oleh Khalifah mereka. Karena Jemaat Ahmadiyah berpegang pada prinsip Love for All, Hatred For Noneyang berarti kasih untuk semua, benci untuk tidak sama sekali. Dengan kata lain Jemaat Ahmadiyah anti kekerasan.

     

    Mereka juga mendapat diskriminasi pada saat menunaikan ibadah haji. Jemaat Ahmadiyah jika pergi bersama atau rombongan akan mendapat masalah, sehingga mereka menunaikan ibadah haji biasanya secara individu. Bahkan menurut fasilitator, jemaat Ahmadiyah mendapat cibiran jika menunaikan ibadah haji bukan ke Mekka melainkan ke Bogor.  Sungguh miris yang dialami Jemaat Ahmadiyah.

     

    Secara internasional pun dukungan terhadap Ahmadiyah bukan berasal dari Timur Tengah, melainkan dari Eropa. Di Eropa Ahmadiyah sangat berkembang, daripada di Asia maupun Timur Tengah. Data statistik terakhir menunjukan bahwa Ahmadiyah telah berkembang di 207 negara.

     

    Dialog lintas agama ini diharapkan bisa menjembatani agar generasi muda bisa menghargai yang berbeda. Berbeda bukan berarti untuk berselisih, bukan berarti untuk mengucilkan satu sama lain, bukan berarti untuk saling mendiskriminasi, bukan berarti untuk saling membunuh, tapi untuk saling bersatu membangun Indonesia dalam perbedaan dan keberagaman.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Diskriminasi di Negeri Kita Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top