728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 10 Desember 2015

    PEMUDA PEMBAWA PESAN DAMAI



    Dalam situasi yang dihadapkan pada tantangan etika dan sosial untuk hidup damai di tengah-tengah keberagaman agama, bahasa, budaya, etnis, dan lalin-lain nya. United Evangelical Mission (UEM) Departemen Asia melalui kantor wilayah di Medan, kembali melaksanakan program Youth For Peace, dengan tema “Sharing the Good News, Youth as Peacemeakers”.

    Kegiatan tahunan untuk yang ke dua kali nya ini, dikemas dengan Pelatihan dan life-in. Bertempat di Pusat Pelatihan Pengembangan Pekerti Luhur, di Dusun Kopeng Getasan Salatiga Jawa Tengah, mulai tanggal 7 sampai 13 Desember 2015.

    Seperti terlihat di tempat kegiatan yang masih berlangsung sampai pagi tadi. Peserta banyak diikuti oleh kalangan pemuda kristen dan muslim yang sebagian besar berasal dari Medan, Papua, Timor Leste, Yogyakarta, Salatiga, dan Malang.

    Bapak Sabar Subekti, selaku fasilitator forum Youth For Peace yang juga Pimpinan Redaksi media Online Satu Harapan sangat mengapresiasi keterlibatan langsung kalangan pemuda dalam forum ini, serta pengalaman tindakan damai di komunitas nya masing-masing, sekaligus ia menyampaikan bahwa; “Pemuda sebagai juru damai kedepan harus bisa fokus menemukan titik kesamaan dari lintas agama itu sendiri, bukan malah lebih mempertajam adanya perbedaan”.

    Senada dengan gagasan itu, Pendeta Joko Suwignyo yang selaku panitia lokal menambahakan. Meski kegiatan yang dihelat tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya, namun harus tetap optimis bagaimana seluruh peserta dan juga panitia yang hadir disini bisa menekankan fokus pada proses kegiatan ini, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan satu dengan yang lain. Melalui titik proses ini diharapkan akan mampu perlahan mengubah pola pikir (mindset) untuk lebih baik lagi.

    “Dan di kegiatan live kita nanti akan bersentuhan langsung dengan dinamika yang ada di antara pemuda serta pemuka lintas agama di daerah Dusun Kopeng, Salatiga. Diharapkan kalangan pemuda yang mengikuti program ini kedepan akan mampu melihat yang lain dengan apa adanya, serta harus mampu menerobos fanatisme itu sendiri”. Sebut Pendeta Joko Suwignyo yang cukup humoris di forum ini

    Peserta yang terlihat antusias mengikuti Youth For Peace, seperti Sudin Rettob-pemuda muslim asal Papua mengungkapkan, “Dengan kegiatan Youth For Peace seperti ini bisa lebih menambah kamus persaudaraan dengan karakter teman-teman pemuda dari lintas daerah yang cukup ramah, dan terlihat lebih siap dalam menyikapi segala perbedaan sebagai berkat dan tali silaturahim hingga bisa terus menular”.

    Begitu juga dengan Laurina Sobuber, perempuan Kristen yang juga berasal dari Indonesia Timur (Papua) ini menyampaikan bahwa “Pemuda Harus Mampu Menjadi Pembawa Kabar Baik, Mendamaikan Diri Sendiri dan Orang Lain”.

    “Kegiatan Youth For Peace seperti ini sangat membantu kami dari dari segi pengetahuan budaya, bisa saling mengenal dan menghormati antar sesama. Karena sebenarnya agama sendiri hanya sebuah jembatan menuju Tuhan yang kita yakini masing-masing”. Ungkap Marcell Naikosou-Pemuda Katolik asal Timor Leste

    Evi Sriwahyuni peserta Muslim asal Medan saat memberi kesan, harapan dan melihat dinamika pemuda lintas iman hari mengatakan bahwa “Sebagai peserta Youth For Peace disini tidak merasakan ada perbedaan yang begitu tajam, tapi seakan semua nya bisa menyatu. Dan forum seperti ini bisa terus ditularkan ke komunitas kita masing-masing”.

    Sementara, Siska Tyas Chrisnari peserta kristen dari perwakilan GKJW Kota Malang yang juga aktif ber-jejaring dengan Komunitas Gusdurian menambahkan, “Kegiatan Youth For Peace ini merupakan jembatan bagi para pemuda lintas iman untuk dapat menjadi pelopor perdamaian di tengah degradasi toleransi serta solidaritas kemanusiaan di Indonesia. Sehingga pemuda yang terkesan mudah terprovokasi memiliki sudut pandang yang lebih positif dalam menyikapi konflik yang terjadi”.

    Kegiatan Youth For Peace ini selain diberi materi-materi tentang Peace and Conflict, juga banyak disuguhkan game-game kreatif, selain untuk lebih meng-akrab-kan antar peserta dan panitia, juga tersirat refleksi nilai tentang kepemimpinan, kerja sama, komunikasi dan lain lain. Kegiatan ini akan berakhir tanggal 13 Desember, dimana semua peserta akan melakukan Tour ke Candi Borobudur Jogjakarta. Salam Damai..(ahimsa)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: PEMUDA PEMBAWA PESAN DAMAI Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top