728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Selasa, 01 Desember 2015

    Sekelumit Catatan tentang Kerukunan dan Kebersamaan dalam Perbedaan

    Program Orientation Based on Reflection (OBOR) 2 - Pendidikan Karakter Universitas Ma Chung di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Malang pada 29 Juni—03 Juli 2015


    Oleh:
    Daniel S. Stephanus

    Mukadimah
    Orientation Based on Reflection (OBOR) merupakan serangkaian kegiatan di masa libur perkuliahan yang merupakan bagian dari Pendidikan Karakter (Pendikar) yang ada di Universitas Ma Chung yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan (PKK) dibantu oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) serta Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPM).  OBOR terdiri dari rangkaian kegiatan guna mengembangkan karakter dan jiwa kepemimpinan yang kuat bagi mahasiswa.  OBOR 2 merupakan kegiatan yang mengedepankan berkehidupan bersama dalam perbedaan.  OBOR 2 tahun 2015 dilaksanakan di beberapa tempat, peserta yang ingin belajar tentang peri kehidupan Muslim belajar hidup bersama di Pondok Pesantren Dusun Gasek, Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.  Sedangkan yang ingin belajar tentang peri kehidupan Hindu berkenan hidup bersama di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.  Sedangkan yang ingin belajar tentang peri kehidupan Buddha hidup bersama di Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.  Sedangkan yang ingin belajar kehidupan Nasrani (Kristen dan Katolik) belajar hidup bersama di Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

    Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo
    Tulisan ini disajikan untuk sedikit menceritakan peri kehidupan juga tanggapan dari peserta hidup bersama (live in) dari saudara-saudara Non Nasrani untuk belajar tentang keseharian keluarga dan lingkungan Nasrani.  Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo memang dihuhi oleh mayoritas berkeyakinan Nasrani, baik Katolik maupun Kristen, walau demikian tidak sedikit yang berkeyakinan Islam.  Tetapi, selama bertahun-tahun kehdupan yang majemuk di Desa Tlogosari tetaplah aman dan damai.  Hal ini ditandai dengan berdirinya tiga tempat ibadah yang saling berdeketan di seputar Balai Desa.  Gereja Katolik Nampak yang paling tua didirakan disana, kemudian Gereja Kristen (Jawi Wetan) yang sudah tampak berdiri cukup lama, serta Masjid yang yerlihat masih baru yang merupakan perluasan dari Musholla yang sebelumnya sudah ada.  Bagaimana pula diceritakan oleh para tokoh agama (Toga) setempat, pembangunan rumah ibadah selalu dilaksanakan bersama seluruh penduduk dan seluruh umat laksana gotong royong layaknya membangun fasilitas umum dan fasilitas social desa lainnya.  Sebuah contoh tentang berkehidupan bersama dalam damai walau berbeda keyakinan. Selengkapnya
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Sekelumit Catatan tentang Kerukunan dan Kebersamaan dalam Perbedaan Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top