728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Sabtu, 13 Februari 2016

    KERAPAN SAPI Vs VALENTINE DAY


    “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”

    Judul yang terkesan kontroversi diatas, sengaja penulis pilih karena diatas tanah-dibawah langit bangsa Indonesia dewasa ini sangat terlihat gemar sekali mengaitkan suatu hal dengan yang lain, namun sejatinya tak ada kaitannya sama sekali secara langsung, mungkin hanya demi kepentingan tertentu.

    Penulis berasal dari sebuah kabupaten di pulau Madura. Tepatnya kabupaten bangkalan, yaitu kabupaten paling barat pulau Madura.  Sebuah pulau yang dikenal dengan ke-NU-annya. Bahkan dalam cerita keseharian yang bernada sedikit humor juga, kambing dan sapinya-pun adalah NU. Seperti itulah sebagian orang mengibaratkan keberadaan NU di Pulau “garam “ ini.

    Di Madura, ada sebuah “kearifan tradisi” bernama kerapan Sapi. Kerapan sapi merupakan istilah untuk menyebutkan perlombaan pacuan sapi. Pada perlombaan ini sepasang sapi kerapan menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan sapi kerapan) yang dipacu dalam perlombaaan adu cepat.

    Dulu, untuk memacu kecepatan sapi kerapan. Para joki menggunakan “Pecut”. Namun kini beralih pada sebatang kayu berisi beberapa buah paku yang nantinya digosok-gosok pada bokong sapi kerapan, yang sebelumnya bokong sapi kerapan diolesi sejenis “balsem” untuk mempercepat laju sapi. Oleh karenanya, jangan heran jika sapi kerapan bokongnya ada banyak bekas luka seusai berlaga.

    Tanpa perlu mengaitkan agama mayoritas disana dengan sebuah tradisi yang ada khususnya kerapan sapi. Tentu, tradisi tersebut tidak sesuai dengan “pri-kehewanan”. Namun membicarankan sebuah tradisi ataupun budaya tidaklah sesederhana itu. Karena memang spektrum budaya sangatlah kompleks dengan memandang berbagai macam aspek dan kajian yang mendalam. 

    Senada, ketika kita membicarakan perayaan “Valentine Day”. Di kota Malang, tempat penulis berada. Yang kini telah muncul edaran fatwa alias pendapat MUI atas pelarangan (haram) ummat Muslim untuk merayakannya. Hanya dengan dalih, hari Valentin tidak dikenal dalam sejarah dan budaya Islam. “Valentine day” dimana-mana sarat dengn perbuatan munkar dan maksiat, katanya.

    Tentu, peng-analogi-an sebuah pernyataan diatas tidak salah namun kuranglah tepat menurut penulis sendiri. Karena memang sebagian akibat akan berdampak seperti itu. Namun bukan berarti ketika MUI melarang “Valentine Day” perbuatan munkar dan maksiat bakal mengalami penurunan. Selama tradisi “malam mingguan” masih ada. Selama tidak ada peraturan khusus tentang "jam malam" bagi pasangan lawan jenis yang belum menikah dalam sebuah rumah. Selama itu pula kemaksiatan dan pergaulan bebas masih ada. Namun lagi-lagi, meskipun semuanya dilarang. Tidak ada jaminan mengurangi bahkan menghapus kemaksiatan dan perbuatan munkar. Karena memang “manusia mempunyai kemampuan untuk merusak dirinya sendiri”.

    Lantas, bagaimana dengan mereka yang merayakan “Valentine day” dengan cara memberikan cokelat dan bunga sebagai “icon kasih sayang” atau sekedar mengucapkan selamat “Valentine day” antar manusia.?

    Dosakah mereka??!!

    Bagi mereka yang berpandangan sebuah hari adalah valentine. Artinya, saling menyayangi dan mengasihi sesama manusia ataupun mahluk hidup ciptaanNya.

    Salahkah mereka ?!!!

    Jadi bagi penulis, menganalogikan kemaksiatan dengan perayaan “valentine day” tidaklah tepat. Oleh karenanya, penting sekali bagi para pemangku kepentingan dan institusi yang hobi mengeluarkan keputusan fatwa untuk melihat dengan pandangan kacamata yang lebih luas sehingga bisa mendekati akar permasalahannya.

    Lagi-lagi membicarakan valentine day tidaklah sesederhana itu . Dan bisa jadi, pelarangan tersebut malah akan merenggangkan hubungan harmony masyarakat dalam hal kehidupan tenun berbangsa dan bernegara, khususnya dalam aspek kerukunan antar umat beragama.


    Opini pribadi penulis,
    Malang 13 Februari 2016
    Moh. Fauzan (Kordinator-Penggerak Komunitas Gusdurian Kota Malang)   
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: KERAPAN SAPI Vs VALENTINE DAY Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top