728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Jumat, 26 Februari 2016

    Menebar Damai dengan Cinta



    Gerakan Islam Cinta (GIC) sebagai sebuah “panggung” kaum Muslim moderat untuk merespon terhadap fenomena intoleransi dan radikalisme yang mengatasnamakan agama dewasa ini.

    Dengan dideklarasikan oleh sekitar 40 tokoh Muslim Indonesia tahun 2012 di Jakarta, tahun 2016 ini tepatnya tanggal 24 Februari kemaren. Gerakan Islam Cinta kembali diselenggarakan di Universiatas Islam Negeri (UIN) Malang.

    Gerakan Islam Cinta terbuka bagi siapapun yang percaya bahwa Islam adalah agama cinta, damai, dan kasih sayang.

    Di Malang, dengan bertajuk festival islam cinta. Gerakan yang salah satunya di “motori” oleh Dr. Haidar Bagir. Acara dikemas mulai dari Seminar Islam Cinta bersama Prof. Mahfud MD, Prof. Syamsul Arifin dan KH. Agus Sunyoto.

    Bedah Buku "Mereguk Cinta Rumi" bersama Dr. Haidar Bagir (penulis), Gus Candra Malik dan dimoderatori oleh Munawir Aziz,M.A (Salah satu pegiat Gusdurian Malang), dan petang harinya dilanjutkan Nobar-bedah film islam cinta "Mencari Hilal" bersama Prof. Putut Widjatmoko dan Ismail Basbet (sutradara) dan dimeriahkan penampilan KH. Zawawi Imron, Simponi band.

    Gusdurian Malang sebagai salah satu komunitas berbasis nilai turut memeriahkan festival islam cinta di Uin Malang tahun ini. Atas dasar spirit serta misi yg sama, menebar islam damai dan toleransi, Gusdurian Malang menyuguhkan panggung seni, dengan melantunkan Suluk; Syiir tanpo wathon kolaborasi lagu Wayfaring Strangers dan tari sufi.

    Syiir tanpo waton yg dikreasikan sahabat-sahabat gusdurian Malang bukanlah kali pertama, sudah ketiga kalinya tampilan seni budaya khas gusdurian Malang ini dipentaskan. Lantunan Kreasi seni syiir tanpo waton dari Gusdurian Malang ibarat nada-nada lagu penyambutan bagi siapapun yang turut serta menebar cinta, damai dan toleransi, di “Republik Bhinneka” ini.

    Seperti halnya tujuan dibentuknya Gerakan Islam Cinta. Misi perdamaian dan toleransi senantiasa komunitas gusdurian malang internalisasikan dalam aksi nyata, salah satunya melalui jembatan seni dan budaya yang juga tak luput dari nilai-nilai kearifan lokal/tradisi dimanapun kita berpijak. (Almuiz-Dua)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Menebar Damai dengan Cinta Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top