728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 02 Maret 2016

    Hormati Ahmadiyah adalah Nilai Leluhur Bangsa

    _Beragama dengan menilik histori nenek-moyang_

    Membaca sekilas sejarah bangsa kita, akan tampak secara benderang tentang nilai-nilai Leluhur Indonesia yang begitu beragam tentang; etnis, budaya dan agama nya. Hingga perbedaan yang meski itu adalah hakiki, tidak lantas menjadi penyulut api permusuhan satu dengan lainnya, bahkan menjadi kekuatan atas nama Bangsa Indonesia untuk melawan secara lantang para penjajah, pada masa-masa itu.

    Kekuatan semangat persatuan sepintas dapat terlihat saat koloni belanda menjarah kekayaan bangsa Indonesia. Saat itu semua agama bersatu, Islam, Kristen, Hindu, Budha bahkan tionghoa, tak pelak bebrapa tokoh dan warga Ahmadiyah yang baru-baru ini sengaja dimunculkan sebagai akar konflik masyarakat pun, harus diakui secara seksama memiliki andil dalam kemerdekaan bangsa kita, Indonesia.

    Sebut saja, Arif Rahman Hakim, salah satu tokoh pahlawan ampera yang setelah ditelisik merupakan seorang warga atau Jemaat Ahmadiyah. Dan lagi, sosok penting pencipta lagu Indonesia Raya WR Supratman juga merupakan tokoh dari jemaat Ahmadiyah itu sendiri. Hanya saja beberapa distorsi sejarah terjadi, hingga background sang pencipta lagu bisa jadi sengaja dihilangkan.

    Aneh memang, jika baru-baru ini keberadaan Jemaat Ahmadiyah seringkali masih dipersoalkan, ditentang sani-sini. Mengingat sudah sejak sebelum kemerdekaan jemaat yang di pelopori oleh “Sang Messiah” Mirza Ghulam Ahmad ini hidup rukun dan gotong royong bersama lintas agama serta lintas keyakinan di Republik ini.

    Merasa keanehan itu merayap belingsat seperti hembusan angin, Gusdurian Malang menghadirkan langsung tokoh Ahmadiyah; Ust. Muharrim Awaluddin (Ketua Pembina JAI Jatim) & Ust. Aminullah Yusuf (Pembina JAI Tulungagung), serta satu nara sumber lain, Gus Muhammad Mahpur yang merupakan salah satu inisiator dari Gusdurian Kota Malang.

    Dalam kongkow-Dialog malam itu, (Rabu, 24/02) pimpinan Ahmadiyah memaparkan, jika dalam konteks kebangsaan, Ahmadiyah sepenuhnya patuh dengan pemerintahan Indonesia yang dalam hal ini disebut “Ulil Amri”, dalam rukun Islam yang 5 dan rukun iman yang 6, semuanya sama dengan ajaran Islam secara universal. Hanya saja, kebanyakan umat islam masih menanti sosok Imam Mahdi (Mujaddid), namun bagi “keyakinan” Jemaat Ahmadiyah, sosok tersebut sudah ada pada Mirza Ghulam Ahmad.

    Perbedaan ini diperjelas saat membaca situasi sosio-politik pada saat itu. Oleh Gus Mahpur, nara sumber dialog yang juga Psikolog ini menjelaskan jika tokoh sentral seperti Mirza Ghulam Ahmad saat itu menjadi momok tersediri bagi koloni inggris di India, wacana-wacana yang di lempar oleh Inggris sengaja untuk melemahkan gelombang Mirza Ghulam Ahmad dengan serangan dari sesamanya, yakni Islam. Namun yang menjadi misi Mirza Ghulam Ahmad sama persis dengan salah satu prinsip perjuangan Gandhi, yakni mengedepankan sebuah perjuangan dan perlawanan dengan damai, anti kekerasan, dan cinta kasih (Ahimsa).

    Perbincangan dalam dialog hangat malam itu kian memperjelas jika semua warga Indonesia adalah berasal dari satu Ibu yakni, Nusantara dengan segala keragaman, rukun dan gotongroyongnya, hingga benarlah apa yang pernah disampaikan Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dengan tegas akan terus memperjuangkan gerakan Ahmadiyah hingga ajal menjemput.

    _________________________________________________________________

    Pewarta : Diana Manzila
    Editor    : Anas Ahimsa
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Hormati Ahmadiyah adalah Nilai Leluhur Bangsa Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top