728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Selasa, 12 April 2016

    Kongkow Bareng Mark Woodward


    Bagi kalangan agamawan dan budayawan di Jawa, nama Mark R, Woodward sudah tidak asing lagi. Woodward adalah penulis Islam Jawa : Kesalehan Normatif versus Kebatinan tahun 1999. Dan, Gusdurian Malang pada hari minggu 3 April 2016 mendapat kesempatan istimewa untuk berbincang-bincang dengan Woodward.

    Woodward sedang berkeliling Jawa Timur untuk mengunjungi makam-makam wali dalam rangka mempelajari pesantren di Indonesia. Dalam jadwalnya yang padat tersebut Woodward menyempatkan diri untuk berbagi pengetahuanya dengan Komunitas Gusdurian Malang.

    Woodward lebih dikenal sebagai Islamolog Nusantara yang memiliki thesis bahwa Islam Jawa bukanlah penyimpangan dari Islam, melainkan justru varian dari Islam seperti Islam lain yang kita ketahui di Iran, India, Syria dan Turki.

    Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para anggota Gusdurian Malang yang berasal dari berbagai daerah berbagi pengalaman bagaimana Islam dan tradisi pesantren tumbuh dan membentuk masyarakat di daerah asalnya. Seperti sahabat Amri dari Pulau Lombok, Ilmi dari  Kota Mojokerto Jawa Timur, Fauzan dari Madura, Adi dan Saiful dari Sulawesi menceritakan bagaimana agama membentuk lingkungan dan sebaliknya. Banyak sekali cerita mengenai hubungan budaya dan agama yang kemudian menimbulkan kesimpulan bahwa Indonesia memiliki berjuta keunikan dan keragaman.

    Dari hasil berbagi malam itu dapat ditemukan tradisi – tradisi lokal yang kemudian berbaur dengan kebudayan Islam dan Arab. Kemenyan diganti dengan sabut kelapa dan gula, idiom berbahasa daerah bercampur dengan bahasa Arab,  jubah diganti dengan sarung, surban diganti dengan peci dan seterusnya.

    Tidak hanya Islam di Jawa yang kemudian bercampur dengan kultur Islam dan Arab. Etika dan norma daerah juga berkembang seturut dengan perkembangan umat Islam di daerah tersebut. Permasalahan yang sering terjadi adalah kebigungan masyarakat dalam menentukan adat yang berlaku, pada saat nilai-nilai Islam bertentangan dengan nilai-nilai di daerahnya. Hal ini sangat kental terasa terutama didaerah dimana pemujaan kepada alam dan leluhur sangat kuat.

    Tekonologi merubah wajah pergerakan Islam dengan bantuan kemudahan komunikasi. -Mark Woodward-

    Pada akhir sesi diskusi malam itu Woodward berbagi cerita bagaimana Islam dan Nusantara yang telah ia jelajahi berkembang pesat. Tekonologi merubah wajah pergerakan Islam dengan bantuan kemudahan komunikasi. Misalnya, pesantren tidak hanya berkembang untuk masyarakat lokal, saat ini ajaran di pesantren dapat didigitalisasi sehingga dapat diterima oleh santri yang berada jauh dari bangunan fisik pesantrennya.

    Bahkan, kini terdapat beberapa pesantren “tanpa tembok”, sehingga bukan hanya santri yang dapat datang ke pesantren yang dapat belajar keislaman namun justru ilmu tersebut yang tersebar kesegala daerah bagi siapa saja yang ingin memperolehnya. Ajaran Islam berkembang juga dan tidak hanya dapat diketahui oleh umat Islam namun juga umat pemeluk agama lain karena informasi telah terbuka lebar untuk siapa saja.


    Malam tersebut menjadi malam yang berharga bagi seluruh pihak karena dapat berbagi. Selain itu kawan – kawan Gusdurian Muda Malang juga dapat bersama-sama belajar menganalisis bagaimana teks agama, tradisi, struktur dan relasi sosial di Indonesia terbentuk sehingga menghasilkan kekayaan budaya yang tidak terhitung jumlahnya. Oleh karena itu, Gus Dur selalu mengingatkan betapa penting nilai yang lahir dari tanah air kita, sebagai modal utama untuk menjadi masyarakat yang beradab dan berbudaya, dan nilai itu kita amini dalam 9 Nilai Gud Dur yaitu Kearifan Lokal. (JeanneDika)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Kongkow Bareng Mark Woodward Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top