728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Jumat, 29 April 2016

    Menyebar Cinta dan Perdamaian


    Puisi aktivis sekaligus komedian Charlie Chaplin, “As I Began To Love Myself” menjadi bahan refleksi Garuda Rising, sebuah forum rutin mingguan Gusdurian Malang “wajib” berbahasa inggris.

    Beberapa nilai penting dapat kita pelajari dari puisi tersebut. Puisi ini mengajak kita untuk menghargai diri sendiri agar kita dapat menghargai orang lain. Charlie Chaplin adalah seorang entertainer yang pernah mengalami depresi dan keterkucilan akut semasa mudanya. Dari puisi ini Charlie Chaplin  berbagi perenungannya agar kita terhindar dari keterpurukan dan dapat menyebarkan cinta serta perdamaian bagi orang lain. Berikut poin – poin dari puisi ‘As I Began To Love Myself’:

    Authenticity – Ketika kita mulai mencintai diri, kita harus menyadari keotentikan yang ada di dalam diri kita sehingga kita tidak harus menjadi sama dengan yang lain. Manusia diciptakan berbeda-beda. Ras, agama, kepercayaan, bahasa, pandangan dan kebudayaan menjadi kekayaan manusia yang sebenarnya. Mengingat kata Gus Dur bahwa keragaman adalah keniscayaan hukum Tuhan atas ciptaan-Nya, menjadikan kita sadar bahwa otentikan manusia tidak dapat diseragamkan.

    Respect – Ketika kita mulai mencintai diri, kita tidak dapat memaksakan sesuatu kepada diri kita. Menghargai diri sendiri adalah cara terbaik untuk melihat hidup melalui kacamata positif. Penghargaan dimulai dari pemahaman bahwa manusia memiliki hakekat hidup yang sama. Kita harus menghargai hidup dan segala yang ada pada diri kita. Oleh karena itu, bersikap menghormati diri sendiri akan memahamkan kita pada hakikat orang lain adalah sama berharganya seperti kita. Dari penghargaan kepada diri sendiri, maka kita dapat mengupayakan kesetaraan dengan yang lain.

    Maturity – Ketika kita mulai mencintai diri, kita sadar bahwa hidup membawa kita untuk semakin dewasa. Dengan berbagai pelajaran yang terus kita dapati, kita dapat memahami bahwa menjadi dewasa berarti mengemban tugas dan tanggung jawab. Manusia bertambah usia sehingga tidak ada waktu untuk selalu menjadi anak-anak. Ketika kita mulai mencintai diri kita, maka kita harus menentukan perjuangan apa yang akan kita tempuh. Tugas yang kita pilih sebagai pegiat damai di komunitas Gusdurian ialah menjunjung nilai kemanusiaan dan membawa perdamaian bagi sesama.

    Self-Confidence – Ketika kita mulai mencintai diri, kita menyadari bahwa tidak pernah ada waktu dan tempat yang salah. Semua kondisi adalah kesempatan bagi diri kita untuk melakukan hal yang baik. Hal itu membuat kita tetap tenang dan percaya atas kemampuan diri. Kepercayaan diri membantu kita untuk tidak merendahkan kemampuan, selain itu kepercayaan diri memberi kesempatan bagi kita untuk bertindak satria, jujur dan berani.

    Simplicity – Ketika kita mulai mencintai diri, kita tersadar bahwa menjadi sederhana adalah hal yang terbaik. Kesederhanaan tidak memaksa kita dan orang lain untuk menjadi sesuatu yang berlebihan. Kesederhanaan meniadakan sifat eksploitatif terhadap diri kita dan sekitar. Menjadi sederhana adalah salah satu jalan yang diajarkan Gus Dur agar kita dapat mengenali diri kita yang sebenarnya serta tidak memaksakan kondisi yang bukan hakikatnya. Menjadi sederhana membuat kita bahagia dengan apa yang kita miliki saat ini.

    Love of Oneself – Ketika kita mulai mencintai diri, kita sadar bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki kekuatan dan kelemahan untuk dikelola. Mencintai diri kita secara benar adalah dengan menjauhkan yang buruk dan mengembangkan yang baik. Mencintai diri sendiri bukan berarti memuaskan ego pribadi dan mengutamakan kesendirian. Justru sebaliknya, mencintai diri sendiri adalah bagaimana membuat diri kita berarti bagi pribadi dan orang lain.

    Modesty – Ketika kita mulai mencintai diri, kita akan menyadari bahwa kita tidak dapat selalu menjadi yang ‘paling’. Kita hanya perlu jujur dan berusaha sebaik mungkin. Tidak peduli bagaimana hasilnya, bersikap rendah hati dan tanpa tendensi tertentu akan membuat diri kita tidak merasa terbebani. Bersikap rendah hati adalah jalan terbaik untuk menentramkan diri sendiri dan orang lain.

    Fulfillment – Ketika kita mulai mencintai diri, kita dapat menemukan bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah segalanya. Kita tidak perlu khawatir akan masa depan dan bersedih akan masa lampau. Gus Dur pernah berpesan bahwa menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga. Motivasi ini yang membuat kita dapat mencintai diri sendiri sesuai dengan perjalanan yang telah kita lewati

    Wisdom of Heart – Ketika kita mulai mencintai diri, kita menyadari bahwa pikiran dan perasaan kita adalah satu kesatuan yang sama. Keduanya tidak dapat terpisah sehingga dapat membuat kita berpikir denga jernih, merasakan dengan lembut, dan bertindak dengan bijaksana untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Kebijaksanaan hati adalah pencapaian utama (arche) kita sebagai manusia yaitu untuk berpikir rasional dengan hati nurani. Kebijaksanaan hati  adalah jalan menuju kemanusiaan yang beradab.

    That is Life – Ketika kita mulai mencintai diri, kita sadar bahwa kita tidak perlu takut menghadapi perbedaan, konfrontasi atau argumen yang berbeda. Hidup adalah pertemuan kita dengan yang lainnya, oleh sebab itu perbedaan akan selalu ada dan justru hal tersebut yang kemudian mewarnai hidup. Kita tidak dapat mengingkari konflik yang terjadi, justru sebaliknya perjuangan kita adalah untuk melawan perpecahan dengan menyebarkan perdamaian.

    Dari kesepuluh cara diatas, dapat kita sadari arti dan fungsi dari mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri bukan ditujukan untuk memuaskan diri pribadi, namun justru untuk menyebarkan cinta damai bagi orang lain. Manusia adalah makhluk intersubjektif sehingga tidak dapat menghindarkan diri dari perjuampaan antar sesama makhluk cipataanNya. Kita patut belajar untuk mencintai diri sendiri sehingga kita dapat mencintai orang lain dan sekitar kita dengan sepenuh hati. Mencintai diri sendiri bukanlah berdiam diri melainkan memperjuangkan banyak hal bagi diri sendiri dan semesta alam.


    Penulis: Jeanne Dika – (Perempuan aktivis, Pegiat Damai Gusdurian Kota Malang)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Menyebar Cinta dan Perdamaian Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top