728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 18 Juli 2016

    YESUS ORANG PAPUA


    “Yesus orang Papua!” Karena jelas dia tidak akan kamu temui di Freeport, sebidang tanah yang harganya lebih mulia dari ratusan nyawa manusia, harga diri bangsa, dan bahkan keagungan anugerah pemberian yang illahi. Dia tidak ada disana, karena dia tidak butuh lobi-lobi bergelimang kerakusan, pelecehan kemanusiaan, dan hahahihi keakraban senyum khas basa-basi yang tega menyiksa dan membunuhi saudara sendiri. Dia juga tidak sedang berselfie ria di Raja Ampat yang semakin mengharubiru sentimen nasionalisme laksana anak-anak meminta permen kesukaannya. Betapa tidak, sementara derita dan jeritan hati mereka-orang Papua menyeruak menghasilkan empati banyak bangsa, semangat nasionalisme justru berteriak minta dipuaskan dengan dalih cerita kosong perjuangan “Irian Barat” yang semua orang sudah sadari betapa kerdilnya moralitas kita sebagai bangsa. Dia juga tidak sedang menelusuri hutan-hutan menguras kekayaan eksotis di dalamnya yang lantas dikhabarkan sebagai sebuah petualangan ala film Hollywood.

    Yesus orang Papua karena berada bersama dengan jeritan mereka, ketika disiksa tentara sekedar untuk menunjukkan bahwa dialah prajurit yang telah terlatih menghadapi “musuh bangsa”. Dia berada dalam rahim Ibu-ibu Papua yang merisaukan kehidupan masa depan anak-anaknya. Masa depan alam lestarinya. Masa depan kemanusiaan yang diperkenalkan oleh modernisasi dengan cacian kebencian dan diskriminasi bahkan hanya karena kulit mereka dan rambut mereka. Dia berada dalam aliran darah generasi muda Papua yang sedang belajar memahami artinya menjadi sebuah bangsa di dalam sebuah negara yang tidak mengenal belas kasihan, apalagi pengertian. Mereka yang sedang terserak diberbagai kota di pulau-pulau lain bahkan di negara-negara lain. Keunikan mereka dan hasil karya keindahan seni dan tradisi mereka bahkan dibanggakan negara karena mampu merebut piala bergengsi tingkat internasional, di saat yang sama inisiatif kreatif mereka diludahi, diinjak-injak, bahkan diancam dengan kekerasan hingga kematian oleh pihak-pihak dan orang-orang yang sama.

    Yesus orang papua karena melampaui kepentingan negara. Dia berdiri disamping orang-orang papua dan kemudian dipaksa berjongkok-menunduk ketika para tentara melakukan inspeksi ke desa-desa mereka, ketika para pejabat negara datang memberi senyum kepada mereka yang bahkan seorang anak kecil di sudut pasar tahu bahwa itu bermakna sangat membahayakan kehidupannya.

    Papua adalah keutuhan yang layak dihargai dan dihormati sebagaimana semangat Bapak Bangsa kita Gus Dur memberanikan diri berdialog terbuka dengan mereka. Jangankan soal bendera, soal ide negara mandiripun, bagi Gus Dur kemanusiaan adalah yang utama.

    Kalau kamu bilang bahwa Yesus pernah disalib dalam derita dan siksa tak terperi, pandanglah Dia diantara orang-orang Papua.

    Kalau kamu bilang bahwa Yesus penuh kasih dan pengertian, sekiranya kamu mengerti apa yang ada dalam pikiranmu. Yang ada dalam suara hati nurani terdalammu. Apakah disana bersuara lantang tentang nasionalisme membabi buta lengkap dengan kekejian dan terornya, atau tentang keadilan, kemanusiaan dan keberanian. Kalau kamu terus menerus membaca buku-buku, mendengar kotbah-kotbah, menyanyikan pujian indah pada Yesus, sekaranglah waktu yang tepat untuk sungguh-sungguh mengarahkan semua energi itu pada orang-orang Papua.

    Sekecil apapun, suara keberpihakan pada cinta dan kemanusiaan tetap bermakna. Sebesar apapun, suara kerakusan kekuasaan pada bayangan idea tentang negara, agama, bangsa, dan bahkan peradaban, pada akhirnya akan sirna dalam kecewa dan penyesalan.


    Papua adalah orang-orangnya, Papua adalah keagungan ciptaaan Tuhan lengkap dengan segala pesan kearifan pemeliharaannya. Papua adalah keutuhan yang layak dihargai dan dihormati sebagaimana semangat Bapak Bangsa kita Gus Dur memberanikan diri berdialog terbuka dengan mereka. Jangankan soal bendera, soal ide negara mandiripun, bagi Gus Dur kemanusiaan adalah yang utama. Bagaimana sebagai sebuah bangsa kita memperlakukan sesama anak bangsa itulah yang utama. Karena ide negara bisa sampai kapanpun dibicarakan dengan hati dingin, ide makna bendera bisa dimaknai dengan penuh kearifan dan kecerdasan. Namun kemanusiaan adalah realitas paling dekat dalam hidup kita di dunia ini.

    Sekali lagi, Yesus orang Papua sekarang sedang menyampaikan pesan kasihnya, pesan dasar agar manusia menjadi manusia yang manusiawi. Yang sekarang sedang membagi-bagikan tubuhnya dan darahnya agar kita mengerti dan berani berbagi, bukan agar kita licik-pintar dan menjadi rakus. Yang sekarang sedang diseret-seret dipermalukan, dijadikan musuh bersama, dijadikan pesakitan yang layak dibenci. Yesus orang Papua, dia disana, akan terus berdiri kembali dan mengatakan cinta yang sama kepada kamu semua.

    Amin.


    Penulis: Kristanto Budiprabowo (Presidium Jaringan GUSDURian Jatim)


    Artikel ini sebelumnya dimuat di http://bit.ly/29GVe8u
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: YESUS ORANG PAPUA Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top