728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 03 Agustus 2016

    Spirit Gus Dur Yang Universal


    Gusdurian memiliki 9 Nilai Gus Dur yang menjadi pedoman dan tujuan hidup bersama – sama dalam komunitas. Nilai – nilai tersebut harus diaplikasikan dalam kehidupan pribadi dan berorganisasi”.

    Pada tanggal 18 Juli 2016, Seknas Jaringan Gusdurian dan ISAIS UIN Yogyakarta mengadakan workshop bersama David Elcott dengan tema Social Change. Elcott merupakan salah seorang tenaga pengajar di NYU Wagner, Amerika Serikat dan memfokuskan studi pada pembangunan komunitas serta aktifitas antar-etnik dan kepercayaan.

    Dalam pemaparan di workshop itu, Elcott mengajak perwakilan peggerak Gusdurian dari berbagai daerah untuk mengembangkan skill manajemen jaringan.

    Diawali dengan memetakan bagian – bagian dalam jaringan (stake holder). Elcott mengajak peserta seminar untuk memetakan potensi – potensi stake holder menjadi empat kategori yaitu stake holder dengan kemampuan dan kemauan maksimal, stake holder dengan kemampuan dan kemauan minim, stake holder dengan kemampuan maksimal namun berkemauan minimal dan stake holder dangan kemampuan minimal namun memiliki kemauan yang maksimal. Potensi maksimal stake holder adalah ketika dapat dan mau memperjuangkan nilai – nilai yang disepakati di dalam komunitas, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari.

    Pemetaan ini penting untuk dilakukan karena kapasitas anggota dalam melakukan perubahan harus sesuai dengan tugasnya di dalam jaringan.

    Setelah potensi stake holder terpetakan, maka langkah selanjutnya dalam manajemen jaringan adalah merancang startegi untuk merubah keadaan sosial. Faktor lain dalam perubahan sosial adalah adanya visi, disepakati dan dilakukan secara bersama – sama. Dalam setiap organisasi sosial, tujuan bersama adalah sesuatu yang harus disepakati terlebih dahulu. Karena usaha pencapaian tujuan tersebut secara bersama – sama sangat menentukan perubahan sosial dan perkembangan jaringan.

    Gusdurian memiliki 9 Nilai Gus Dur yang menjadi pedoman dan tujuan hidup bersama – sama dalam komunitas. Elcott menyatakan bahwa nilai – nilai tersebut harus diaplikasikan dalam kehidupan pribadi dan berorganisasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena perubahan sosial bermula dari lingkup yang paling kecil dan terdekat dengan social change agent.

    Gusdurian memiliki 9 Nilai Dasar yang akan diperjuangkan bersama. Sembilan nilai tersebut memiliki tujuan yang universal. Setiap nilainya mengejawantahkan keutamaan manusia secara pribadi dan sosial. Oleh karena itu Gusdurian dapat dikatakan sebagai jaringan dengan nilai – nilai prophetic. Elcott menyatakan bahwa 9 Nilai dan keberagaman stake holder merupakan modal yang besar bagi Gusdurian dalam melakukan perubahan sosial. Oleh karena itu, seluruh jaringan Gusdurian dapat menjadi Prophetic Agent dengan menerapkan 9 Nilai Gus Dur dalam setiap gerakan sosialnya.

    Di sesi “injury time” workshopnya, Elcott menyajikan cara jaringan agar dapat memfungsikan tim dengan baik. Yang pertama fokus terhadap pencapaian tujuan bersama, kedua seluruh gerakan harus dapat diperhitungkan, ketiga berkomitmen pada keputusan dan rencana aksi, keempat mengelola konflik seputar aktivitas tim dan kelima adalah saling percaya dalam tim. Manajemen jaringan dan tim sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial dan goal dari setiap gerakan.

    Oleh karena itu untuk mencapai perubahan sosial yang diimpikan bersama, maka praktek pemetaan dan manajemen gerakan dalam sebuah jaringan begitu penting dipersiapkan. 



    Penulis: Dika S.P (Perempuan Aktifis di Komunitas Gusdurian Muda Malang)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Spirit Gus Dur Yang Universal Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top