728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 23 November 2016

    Pesona Islam dan Panorama Keberagaman



    Pada Bulan November 2016, terjadi suatu aksi massa yang melukai nilai keberagaman di Indonesia. Demo besar-besaran yang mengatasnamakan agama Islam disinyalir menjadi salah satu agenda kepentingan politik golongan tertentu. Namun hal itu tidak dapat meruntuhkan bangunan toleransi yang dibangun oleh masyarakat selama ini. Di Kota Malang pada bulan yang sama, sebuah forum yang diadakan oleh Ruang Publik STFT Widya Sasana Malang mencoba mengangkat pemahaman umum tentang bagaimana memandang suatu kepercayaan melalui sudut pandang estetikanya. Forum tersebut melakukan bedah buku bertajuk Pesona Islam yang ditulis oleh Peter B. Sarbini, SVD. Buku ini merupakan salah satu sumbangan kaum iltelektual bagi perdamaian antar umat beragama, terutama bagaimana keindahan Islam dilihat dari kacamata seorang imam Katolik. Yang lebih menarik lagi, pembedah buku pada forum kali ini adalah Dr. Muhammad Mahpur, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang yang juga merupakan aktivis perdamaian di kota yang sama.

    Buku Pesona Islam mengawali perjalanan kita dengan memperkenalkan Al Quran sebagai wahyu progresif dan kitab kemanusiaan. Dalam pemaknaan Romo Sarbini, Al Quran merupakan paradigma komunikasi ilahiah. Oleh karena itu umat muslim benar-benar merawat tradisi pendalaman Al Quran sehingga dapat memahami pesan-pesan ilahiah yang diturunkan kepada manusia. Islam dalam penjabaran lebih lanjut merupakan jalan untuk menyerahkan diri kepada Allah. Islam juga berarti perdamaian dan keselamatan. Hal ini yang kemudian menjadi dasar bahwa umat Islam tidak seharusnya menyakiti pihak lain. Membela sesuatu yang dianggap benar, tidak dapat menjadi alasan untuk melukai pihak lain.

    Lima belas tahun terakhir, headline media massa sering diramaikan dengan berita mengenai kekerasan yang dilakukan oleh kelompok dengan mengatasnamakan ajaran Islam. Munculnya organisasi puritan, radikal, ekstrem dan fanatik di Indonesia beriringan dengan menguatnya gerakan tersebut di negara-negara Timur Tengah. Pelaku organisasi tersebut memiliki pemikiran doktrinal, mengabaikan rasio dan hati nurani sehingga membatasi arah pandang mereka dengan konteks yang sedang terjadi. Mereka tidak memandang lingkungan Indonesia yang heterogen, juga tidak mengkaji kembali ajaran Islam yang mereka jadikan landasan.  Mereka yang melakukan hal tersebut lupa bahwa Islam mengajak pengikutnya untuk saling mengasihi. Mengasihi berarti menerima, bersikap dan mentolerir sejauh hati nurani dan logika manusia bicara. Bila menilik pengertian Michael Ashby adalah kemampuan untuk menerima pendapat atau kebiasaan yang tidak disepakati oleh pribadi tersebut atau menerima kelompok yang tidak sama. Hal tersebutlah yang juga diajarkan Islam, yang termaktub dalam surat Al Baqarrah [2]:256, QS. al-Kafl [18]: 29, QS. al-Hajj [22]:40  dan QS. al-Insan [76]: 8.

    Gus Dur mengajarkan beberapa nilai termasuk Persaudaraan. Di dalamnya terdapat penghargaan atas nama kemanusiaan, keadilan, kesetaraan dan mewujudkan kebaikan. Bagaimana Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia dapat mewujudkan nilai, dengan menekankan pemahaman bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan, bukan hujatan dan kebencian. Romo Sarbini mengutarakan dua solusi lain untuk menekan konflik intoleransi yaitu penegakan hukum dan pendekatan persuasif. Dua hal tersebut dapat diwujudkan bukan hanya oleh umat Islam namun juga oleh seluruh masyarakat. Pendekatan persuasif ini juga dilakukan oleh Romo Sarbini dengan berbagi panorama mengenai Islam melalui bukunya, Pesona Islam.

    “Kita butuh Islam ramah, bukan Islam marah”
    Gus Dur

    Penulis: Dika Sri Pandanari
    (Sekretaris Gusdurian Malang- Aktivis Sosial)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. ASS..WR.WB.SAYA pak alresky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH
      NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355)
      BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO


      >>>>>TOTO TOGEL MALAYIA KLIK DISINI <<<<<


      PESUGIHAN DAN PELET KLIK DISINI


















      BalasHapus

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Pesona Islam dan Panorama Keberagaman Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top