728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 08 Desember 2016

    Gamelan dan Karawitan



    Salam Budaya,

    Selalu tetap bersemangat melestarikan budaya bangsa. Didalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk dan berbhineka didalamnya tentu terdapat berbagai keragam kebudayaan yang dapat dijadikan sebagai pelekat persatuan dan kesatuan. Salah satu hasil budi dan daya nusantara adalah yang berasal dari pulau jawa diantaranya pertujukan kesenian wayang dan karawitan.

    Berita tertulis mengenai pertunjukan wayang kulit yang ada di Jawa Tengah telah ada pada tahun 907 A.D. yang tergores pada sebuah prasasti yang diterbitkan oleh raja Balitung dari kerajaan Mataram Kuna. Bagian Prasasti yang memuat berita itu berbunyi sebagai berikut ;

    ..... Si Nalu Macarita bhima kumara mangigal Kicaka si jaluk macarita ramayana mamirus mabanol si mukmuk si galigi mawayang buatthang macarita bmima yag kumala......

    Si Nalu membawakan cerita Bhima Kumara [dan ] menari sebagai Kicaka [;] Si Jaluk membawakan cerita Ramayana [;] Si Mukmuk tampil di atas pentas dan melawak [;]Si Galigi memainkan wayang bagi para dewa, membawakan cerita Bhimma Kumara.......

    Dari prasasti Balitung ini jelas bahwa istilah wayang sudah disebut, dan pertunjukan ini dipersembahkan kepada para dewa, kata wayang  dalam bahasa jawa kuna (Kawi) bearti “bayangan” atau “pertunjukan bayangan”. Dalam pertunjukan wayang terdapat kesenian yang mengiringi yakni adalah kesenian karawitan. 

    Kata karawitan berasal dari kata Rawita, di tambah awalan ka dan akhiran an. Rawita memeliki arti halus, indah , remit (teliti sampai tingkat sekecil kecilnya), jadi secara etimologis. Karawitan bearti kumpulan segala hal yang halus, indah dan remit.  Dalam pengertian luas karawitan dapat diartikan seni suara atau musik, dalam pengertian khusus dapat di artikan juga sebagai seni suara yang mempergunakan Gamelan laras Slendro dan Pelog. Pengertian ini sifatnya nasional atau dalam kata lain Karawitan Indonesia. Dalam hal ini kita akan membahas Karawitan yang di maksud adalah karawitan Jawa gaya Surakarta sebagai cabang kesenian jawa yang di pakai untuk mengiringi seni Tari dan seni Pedalangan Wayang.

    Gamelan adalah seperangkat orkes musik jawa yang terdiri dari instrumen Kendang gending, kendang ketipung, kendang ciblon, gender barung, saron penerus, ketuk kemyang, kenong, kempul, gong,  gambang gangsa dan kecer, gambang, suling, siter, kemanak, clempung, demung selenthem dan rebab.

    Bagi masyarakat suku bangsa jawa Gamelan juga disebut sebagai gangsa, karena dulu Gamelan umumnya terbuat dari perunggu. Dimana dalam bahasa jawa perunggu di sebut juga dengan Gangsa. Selain itu gamelan juga di sebut juga sebagai pradangga yang merupakan pengembangan dari bahasa Sanskerta,  gamelan jawa menurut bahannya ada yang dibuat dari tembaga dan rejasa (timahputih)dengan perbandingan 10 bagian tembaga dan 3 bagian rejasa, sehingga di sebut juga dengan gangsa, tiga dan sadasa (sepuluh) gamelan ini disebut dengan gamelan perunggu, walaupun ada juga gamelan yang terbuat dari bahan besi dan kuningan.  Gamelan merupakan unsur penting dalam dunia wayang sebagai pengiring pagelaran.

    Ada beberapa pengertian yang berhubungan dengan gamelan seperti istilah Gamelan seperangkat adalah gamelan yang komplit ricikannya. Sedangkan Ricikan gamelan  adalah satu persatu dari instrumen gamelan yang ditabuh.  Dimana setiap instrumen ricikan gamelan memiliki Wilahan adalah bagian dari ricikan gamelan yang terbuat dari gangsa, besi atau kuningan, selain itu juga ada plangkan ialah bagian dari ricikan gamelan yang terbuat dari kayu.

    Menurut ricikannya gamelan terdiri dari,


    1.       Rebab
    2.       Kendang
    3.       Gender barung
    4.       Gender penerus
    5.       Bonang barung
    6.       Bonang penerus
    7.       Slenthem
    8.       Saron demung
    9.       Saron barung

    10.   Saron penerus
    11.   Kenong
    12.   Kempul
    13.   Gong
    14.   Kethuk & kempyang
    15.   Clempung
    16.   Siter
    17.   Siter penerus
    18.   Gambang
    19.   Suling
    210.   Keprak dan kepyak

         Berikutnya adalah pengertian Laras dan Pathet,  laras dapat diartikan sebagai  urut-urutan suara, mulai dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi serta runtut suarannya, dapat juga di artikan sebagai suara yang tetap bergetarnya dan tingginya, dalam gamelan laras di bagi menjadi 2 yaitu, Laras Slendro dan Pelog, sedangkan Gending adalah lagu yang berasal dari suara Gamelan sedangkan Tembang berasal dari suara manusia. Tanda laras yang digunakan ada tanda mengunakan sistim kuno, (klasik) dan sistim Kepatihan, dalam hal ini yang paling sering di gunakan adalah sistim kepatihan, yakni :


    Untuk Laras Slendro
    1 = dibaca ji
    2 = dibaca ro
    3 = dibaca lu
    5 = dibaca ma
    6 = dibaca nem

    Untuk Laras Pelog
    1 = dibaca ji
    2 = dibaca ro
    3 = dibaca lu
    4 = dibaca pat
    5 = dibaca ma
    6 = dibaca nem
    7 = dibaca pi (bukan tu)

    Titilaras (Noot) adalah tinggi rendahnya nada atau laras untuk saat ini yang sering di gunakan adalah titilaras sistim kepatihan yang di ciptakan oleh Patih Wreksadiningrat 1 di Surakarta (1910)

    Dari gamelan Laras slendro sebagai berikut














    .
    .
    .






    2
    3
    5
    6

    1
    2
    3
    5
    6

    1
    2
    3






    .
    .
    .
    .
















    Nada-nada rendah

    Nada-nada sedang

    Nada-Nada tinggi




















    .
    .
    .

    Dari gamelan Laras Pelog sebagai berikut



    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7

    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7

    1
    2
    3

    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .













    Nada-nada rendah

    Nada-nada sedang

    Nada-Nada tinggi
    Pathet dapat bearti menunjukan tinggi rendahnya nada nada suatu lagu(gending atau Tembang), dapat juga diartikan membatasi naik turunnya nada (ambitus).   Pembagian pathet pada laras gamelan dapat digambarkan sebagai berikut
                                                                   

                   
    Pathet Enem

    Slendro
    Pathet Sanga


    Pathet Manyura
    Laras Gamelan






    Pelog
    Pathet lima


    Pathet enem


    Pathet barang


    Penulis: Permadi (adalah alumni KPG 1 kota Malang dan penikmat budaya jawa)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Gamelan dan Karawitan Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top