728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Minggu, 12 Februari 2017

    Lontong Damai Cap Go Meh

    Foto: diambil cyber gusdurian malang saat safari imlek - Cap Go Meh (11/2)

    Oleh: Mohammad Mahpur*              


    Memasuki Klenteng Eng An Kiong sudah yang kesekian kali bagi saya, termasuk istri, dan dua anak saya. Kali ini saya memasuki Yayasan Klenteng Eng An Kiong ada dua kegiatan, menjadi narasumber di forum Perempuan Antar Umat Beragama (PAUB) Malang dan mengikuti safari damai Gusdurian Malang. Kegiatan tersebut bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh. Sebuah rangkaian penutup Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa.

    Kami sudah tidak canggung, apalagi takut tercemar dengan stereotipe—pikiran miring tentang segala penilaian tentang China, atau prasangka—perasaan yang bergulir seolah menjadi tidak nyaman, gelisah, takut dan khawatir mengenai China, terlebih di Eng An Kiong merupakan tempat ibadah bagi masyarakat Tionghoa. Bukan yang pertama kami masuk di klenteng ini sehingga rasa sungkan, nunak-nunuk, bagaimana etika berkunjung, jalur masuknya ke mana dan menemui siapa sudah dapat kami adaptasi. Simbol yang bermakna budaya atau ritual, arsitektur klenteng dan pojok-pojok tempat ibadah sudah familiar sehingga tidak canggung.

    Cap Go Meh dan Keberagaman

    Pengamatan pertama kali tertuju pada kerumunan orang-orang yang datang pada acara Cap Go Meh. Angan-angan saya, istri dan anak saya yang perempuan saja, dan para undangan PAUB dari muslim terlihat menandai pakain jilbab di dalam Klenteng. Sesaat saya berada di jamuan Cap Go Meh dan menengok di forum PAUB, terlihat bukan mereka saja sepertinya yang hadir di Cap Go Meh. Busana berjilbab saya lihat ada beberapa orang. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan acara ini. Lalu lalang mereka tidak canggung.

    Lebih dari itu, mereka yang datang di sini nampak tidak semata-mata beretnis Tionghoa. Jika dilihat sekilas saja, warna kulit misalnya, sepertinya tidak menandai bahwa mereka adalah China tulen. Entahlah apakah mereka keturunan yang sudah bercampur sehingga tidak mencolok identifikasi warna kulitnya, atau memang Cap Go Meh ada jamuan yang tidak diperuntukkan bagi etnis Tionghoa saja. Sepertinya begitu. Lalu lalang yang hadir sepertinya memiliki latar belakang berbeda-beda. Bisa dikatakan masyarakat umum juga boleh datang dalam jamuan Cap Go Meh.

    Cap Go Meh seperti tradisi kupatan di Trenggalek. Ia dirayakan oleh orang yang ingin merasakan menjadi bagian dari perayaan itu. Pun, menikmati Lontong khas masakan anggota Klenteng. Momen ini tidak dibatasi oleh latar belakang etnis China saja. Kerumunan orang yang menikmati Cap Go Meh, baik anak-anak, remaja dan orang dewasa tidak lagi seragam. Memang, Klenteng itu bukan tempatnya ibadah agama Kong Hu Cu. Klenteng adalah lembaga yang menaungi pertemuan para etnik Tionghoa, termasuk agama yang dianutnya. Oleh karena itu kita akan menjumpai di dalam Klenteng ada beberapa sudut tempat ibadah dari sejumlah agama yang dianut oleh masyarakat Tionghoa.

    Menemui realitas yang demikian, Cap Go Meh adalah perayaan akhir menyambut Tahun Baru Imlek yang dibuka untuk umum. Mereka datang untuk perayaan dan penghargaan. Cap Go Meh mampu mewadahi keragaman. Ia dirayakan bukan untuk melegitimasi tentang keakuan identitas kolektif dalam sebuah pemujaan keimanan semata. Cap Go Meh hadir untuk orang lain yang hendak bersuka cita menikmati perayaan dengan menikmati lontong sayur. Meskipun ada ibadah di dalamnya tetapi tidak mengikat bagi pendatang. Bagi yang ingin ibadah, disilahkan dan bagi yang hanya menikmati lontong pun juga tidak apa-apa. Cap Go Meh mengundang daya tarik orang luar untuk ikut merayakan tetapi tidak mengajak mengimani. Mereka hadir dan bertemu dalam keragaman. Nilai Cap Go Meh bermuara pada budaya penyajian kelontong untuk masyarakat umum sembari diselingi pertunjukan barongsai sebagai bagian dari pertunjukan budaya khas Tionghoa. Bahkan, pemain barongsai-pun bukan dimainkan hanya oleh anak-anak muda Tionghoa.

    Tidak ada syarat seragam dalam perayaan Cap Go Meh. Mereka menerima keragaman orang yang datang untuk Cap Go Meh. Mereka tidak disortir, agamamu sama atau tidak, bahkan cara berimanmu sama atau tidak.

    Orang Lain Dan Prasyarat Damai

    Budaya damai sepertinya bukan sikap dan perilaku yang menilai kehadiran orang lain atas dasar pikiran, perasaan dan pembatasan perilaku berkelompok. Budaya damai hanya dapat dibangun ketika orientasi perilaku kita diukur dari memberikan kebaikan untuk orang lain, bukan mengumpulkan pengakuan-pengakuan iman bagi orang lain atas kelompok kita. Seperti mengoleksi pengakuan orang lain atas kebenaran kita.

    Cap Go Meh menyiratkan bahwa sajian kelontong adalah budaya yang tidak diseret kedalam pengakuan keimanan tetapi penyajian budaya yang diperuntukkan untuk kebahagiaan orang lain. Mereka datang tidak hanya beribadah di klenteng, tetapi beberapa orang yang datang berasal dari beragam latar-belakang. Keragaman orang yang datang bukan sebuah panggilan untuk melegitimasi iman. Mereka datang karena Cap Go Meh ternyata diperuntukkan terbuka. Siapa yang datang tidak diidentifikasi dengan syarat-syarat khusus. Datang dalam perayaan bukan dalam pertengkaran pembeda. Prasyarat damai menjadi mudah dikelola jikalau hajat kita bukan untuk mengimpor kebenaran terhadap kekamian.

    Perdamaian mudah dicipatakan jikalau orientasi kita untuk kebaikan orang lain.  Pikiran dan tindakan yang menciptakan orang lain bahagia, adalah laku damai yang berbudaya, bukan memaksa orang lain berbuat untuk kita agar diri kita memperoleh bahagia. Gong Xi Fa Cai

    * Penulis adalah Inisiator berdirinya GUSDURian Malang dan Doktor Psikologi UIN Malang
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. Hal yang tidak pernah terbayankan kini jadi kenyataan kepada keluargaku,,,kusus untuk AKI SANTOJOYO kami ucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada aki. karena berkat bantuannya alhamdulillah keluarga kami bisa lepas dari hutang dan masalah, karena nomor “GAIB” untuk pasang togel, hasil ritual AKI SANTOJOYO memang benar-bener merubah nasib kami hanya sekejap,dan disitulah aku berkesempatan kumpulkan uang untuk buka usaha kembali,karena rumah juga sudah disita bank,,warung makan juga sudah bangkrut,,tapi itu semua aku masih tetap bertahan hidup dengan anak istriku,,walau cuma ngontrak tapi aku tetap bersabar dan akhirnya AKI SANTOJOYO lah yang bisa merubah nasib kami..maka dari itu AKI SANTOJOYO orang paling bersejarah di keluargaku…!!!jadi kepada teman-teman yang di lilit hutang dan ingin merubah nasib seperti saya silahkan hub AKI SANTOJOYO di nomor: 085211599919 atau silahkan KLIK DISINI dan dengan penuh harapan yakin dan percaya insya allah apa yang anda ingingkan pasti tercapai.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Saya mau berbagi cerita kepada teman-teman melalui media internet yang dulunya saya berkerja sebagai tukang ojek yang pendapatan tak seberapa untuk menapkai istri dan ke-2 anak saya, namu suatu hari saya merasa kebingungan karna anak saya kepingin lanjut sekolah dan ingin mencapai cita-cita nya,namu saya berbicara dalam hati apakah anak saya bisah melanjutkan sekolah dan mencapai cita-cita nya sedangkan penghasiln yang aku dapatkan tidak tertentu berapa sehari cuma cukup/paspsan untuk buat makan aja. Dan aku merasa sedih melihrt anak-anak saya yang selalu termenung dia takut kalau putus sekolah, namu suatu hari aku berusaha mencari pinjaman kepada orang namun tak satu pun orang yang mau membantuku karna aku tak punya apa-apa yang bisa diambil sebagai jaminan, aku merasa kebingungan dan aku pasrakan pada yang maha kuasah karna kalau memang sudah takdir dan kehendaknyan pasti anak saya sudah tidak bisah lanjut sekolah lagi, kami terima atas ketidak sanggupan saya sebagai orang tua yang tidak mampu membiayai sekolah anak saya. namu suatu hari aku mengantar seseorang kedesa sebrang di situlah aku mendengar cerita pada teman-teman kalau AKI ARSO bisah membantu orang yang lagi kesusahan, namun saya dulunya tidak percaya dengan yang namanya peramal, tapi saya juga berpikir tidak ada salah aku mencoba, dan aku memikirkan anak saya yang penuh semangat ingin mencapai cita-cita nya, saya coba bergabung dan menjadi member AKI ARSO dan saya menghubungi AKI ARSO di nomor 085295323157 meminta angka jitu/gaib hasil ritual AKI,walau saya harus mencari pinjama uang untuk membayar mahar supaya aku bisa mendapatkan angka gaibnya, alhamdulillah atas pemberian dan bantuan AKI ARSO kami menang togel Rp.375 juta, atas keberasilan aku memenangkan togel semua hutang-hutang aku telah terlunasih. Termasuk uang pinjaman di koprasih, dan anak saya juga sudah bisah lanjut sekolah lagi mudah-mudahan bisah mencapai cita-cita yang selama ini dia impi-impikan dan sekarang kami sekeluarga mau berbagi kepada teman-teman semua jika anda mau merubah nasib seperti saya atau butuh angka jitu/gaib hasil ritual HUB AKI ARSO di 085295323157 atau kunjungi di http://mastertogelterbaru.blogspot.com dijamin 100% tembus dan saya sudah buktikan sendiri, bukan cuma pada saya tapi banyak orang yang berhasil melalui bantuan AKI ARSO, jika anda yakin dengan adanya angka gaib silahkan buktikan.

        Hapus

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Lontong Damai Cap Go Meh Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top