728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Kamis, 23 Maret 2017

    Aksi Solidaritas Malang Peduli Kendeng



    Oleh : Iko K Permadi


    (23/3)Pagi itu lalu lintas di depan gedung DPRD kota Malang terlihat lancar, di sebelah gedung tersebut sudah terkumpul beberapa orang yang siap untuk melakukan aksi. Ya, sekitar 50 orang massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kendeng, mereka terdiri dari beberapa organisasi ekstra kampus dan komunitas, tergerak untuk memperjuangkan nasib petani Kendeng terkait dengan kasus perijinan pendirian pabrik semen, sekaligus aksi beduka cita atas gugurnya Ibu Patmi, seorang petani yang ikut aksi semen kaki di depan istana negara.

    Aksi ini adalah bentuk solidaritas dari aktivis Kota Malang untuk petani Kendeng di Jawa Tengah, puluhan aktivis kota Malang turun ke jalan demi menanggapi keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengeluarkan ijin pembangunan baru untuk pembangunan pabrik semen di Kendeng pada tanggal 23 Februari lalu. Padahal tanggal 5 Oktober 2016, MA sudah mengeluarkan putusan peninjauan kembali Nomor 99 PK/TUN/2016 dan mengabulkan gugatan petani Kendeng untuk mencabut perijinan pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang.

    Dimulai dari depan Balai Kota, beberapa orator melakukan orasi dengan penuh semangat, sambil sesekali meneriakkan perjuangannya, lalu direspon pula oleh partisipan massa aksi dengan penuh semangat pula. Beberapa orang membawa peralatan aksi berbentuk spanduk yang bertuliskan kalimat penolakan pendirian pabrik semen di Kendeng, lalu payung berwarna hitam, dan didukung dresscode berwarna hitam pula yang menegaskan kesan duka cita terhadap gugurnya Ibu Patmi.


    “Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota, Bersatu padu rebut demokrasi, Gegap gempita dalam satu suara, Demi tugas suci yang mulia, Hari-hari esok adalah milik kita, Terciptanya masyarakat sejahtera, Terbentuknya tatanan masyarakat, Indonesia baru tanpa orba...”, demikianlah penggalan lirik lagu “Buruh Tani Mahasiswa” yang terus dikumandangkan massa dalam aksi tersebut sambil mengepalkan tangan kiri keatas. “Kapitalisme telah merenggut ruang-ruang hidup rakyat kita, dan didukung oleh Pemerintah, maka Pemerintah tidak berpihak pada Rakyat, mereka hanya berpihak pada konglomerat dan pengusaha kaya saja..!!!”, teriak salah satu orator dalam aksi.
    Pada jam 11 siang, jalan di depan gedung DPRD ditutup lalu dialihkan kedepan SMA Negeri 4 Malang oleh polisi pengaman demontrasi, sehingga pengguna jalan raya tidak dapat melihat aksi demontrasi solidaritas Kendeng. Dengan inisiatifnya, Koordinator Lapangan mengarahkan massa ke pinggir jalan yang dilalui oleh pengguna jalan raya, agar khalayak umum dapat melihat aksi tersebut sambil berharap Anggota DPRD sekaligus masyarakat Malang tergerak hatinya pada kasus petani Kendeng tersebut.
    Lebih dari 10 orang orator berorasi, namun tidak hanya orasi, juga ada pembacaan puisi dalam aksi ini. Sementara itu beberapa partisipan aksi rela berkelilng disekitar Jl. Tugu sambil membawa kardus bekas bertuliskan “Peduli Petani Kendeng” untuk mengumpulkan donasi dari pengguna jalan raya.
    M. Ilmi Najib selaku koordinator Gusdurian Malang dan Ikwan M., seorang penggerak Gusdurian pun ikut berorasi dengan penuh semangat. Nilai-nilai Gus Dur seperti kesetaraan, kemanusiaan, pembebasan, kekesatriaan dengan jelas dikumadangkan oleh mereka. Mereka ingin menyuarakan serta mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bersosial yang memang merupakan tanggung jawab dari para pengerak Gudurian dimanapun berada.

    Tabur bunga di jalan raya pun dilakukan sebelum menutup aksi. Koordinator lapangan menghimbau para partisipan aksi untuk membubarkan diri dengan damai. Namun massa aksi memaksa untuk mendekat ke gerbang gedung DPRD untuk melanjutkan aksi ini. Tidak muluk-muluk, mereka hanya menunut pihak yang ada di dalam gedung untuk memberikan donasi pada petani Kendeng. Lalu, menjelang jam setengah 1 siang aksi pun diakhiri setelah donasi diberikan.

    Saat ketidakadilan dan penindasan masih ada, demonstran akan terus melakukan perjuangan-perjuangan  dan turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak yang dirampas, serta tetap menyuarakan suara-suara mereka yang tidak mampu untuk bersuara. Keberadaan aktivis sebagai social control sangatlah dibutuhkan di dalam struksur sosial yang masih mengalami ketidakadilan.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Aksi Solidaritas Malang Peduli Kendeng Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top