728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Sabtu, 25 Maret 2017

    Dentingan Nada untuk Kendeng


    Oleh : Dika Sri Pandanari

    Maghrib telah lewat, mahasiswa Universitas Gajayana Malang tidak semuanya kembali ke kediaman masing-masing. Jumlah kendaraan justru bertambah banyak, diantara mereka ada ratusan pemuda lain berdatangan. Malam itu, AKU PILI (Akustik Pinggir Kali) yang biasanya diadakan di Komunitas Kali Metro berpindah ke tangga gedung serba guna kampus swasta tersebut. Pada sekitar pukul tujuh malam, nada-nada mulai berdentingan, bas dan sound speaker mulai diuji coba. Gelap malam tidak mempengaruhi niat ratusan pemuda disana untuk menikmati konser sederhana tersebut. Tidak semua memandang panggung, ada yang bercengkerama, ada yang bertolak untuk sekedar melakukan koordinasi. Mereka semua hadir dalam konser amal tersebut untuk menyuarakan kepedualiannya terhadap masyarakat Kendeng yang ruang hidupnya tengah terancam.
    Pasca wafatnya Yu Padmi, salah seorang petani yang rela memasung kakinya dalam aksi protes, gerakan Tolak Pabrik Semen Kendeng semakin menjadi. Pada hari-hari sebelumnya, masyarakat di kota-kota besar seperti Malang, Bandung, Solo dan Yogyakarta melakukan aksi serentak dengan seruan yang sama. Malam itu di Malang, rangkaian aksi dan upaya untuk menyuarakan kepedulian melalui penggalangan dana bagi petani sekaligus aktivis di Kendeng. Tidak tanggung-tanggung, artis lokal kota Malang seperti Wake up, Iris! menyumbangkan rangkaian nadanya demi membangkitkan semangat juang para aktivis. Malam penggalangan dana itu mengikutsertakan sekian organisasi mahasiswa ekstra dan intra kampus, organisasi pemuda dan komunitas-komunitas yang menjunjung nilai kemanusiaan melebihi nilai-ekonomi-materiil.

    video
                                            Link Youtube https://youtu.be/9rAI1NhUP-E

    Gusdurian Muda Malang, selaku salah satu komunitas yang berusaha menebarkan nilai-nilai pembebasan, keadilan dan kearifan lokal turut mendukung gerakan ini di antara gerakan-gerakan lainnya yang lebih masif. Ancaman dan tekanan yang dilakukan oleh usaha eksploitasi alam di Indonesia semakin menjadi-jadi. Ruang hidup menjadi ranah penting yang hendak dijajah dan direnggut dari masyarakat sendiri. Pemodal dan para birokrat negara menutup mata atas masa depan petani, nelayan dan masyarakat lain yang ada di Kendeng. Pembangunan dijadikan alasan utama, atau lebih tepatnya menjadi alibi bagi pengusaha untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Bahkan lebih lagi, pembangunan hanya dititikberatkan pada peningkatan infrastruktur bukan pada lambung rakyat. Bonum commune dipatok sebatas berapa ton semen yang dapat dijual, bukan berapa lumbung yang terpenuhi oleh bahan pangan.

    Gusdurian Malang tidak dapat langsung turun ke ladang, namun dengan ini kami juga ingin menyuarakan-bersama dengan kawan-kawan yang lainnya untuk menolak pembangunan pabrik semen di Lembang. Kami juga menuntut keadilan ekologis dan budaya di Indonesia. Walah hanya secercah dari gerakan yang lebih besar, kami berharap bahwa eksploitasi di Indoenesia harus dihapuskan. Bukan semata untuk menekan para pemodal, namun untuk menciptakan kebaikan hidup bersama bagi manusia dan alamnya. 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Dentingan Nada untuk Kendeng Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top