728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 08 Mei 2017

    Memahami Ke-Bhinneka-an dari Sudut Pandang yang Berbeda (Berkaca pada 9 Nilai Utama Gus Dur)

    Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) 2: Gusdurian Malang



    Oleh: Mahalasari

    Seperti yang kita ketahui, belakangan ini masyarakat kita dihadapkan dengan berbagai macam kritik wacana mengenai keberagaman. Berbagai macam benturan tentang asas ke-bhinneka-an menjadi sesuatu yang viral dan banyak menyedot perhatian publik. Tidak hanya pesan-pesan positif, bahkan pesan-pesan negatif berkeliaran di telinga masyarakat kita, baik itu disampaikan secara langsung maupun tidak langsung.
    Berdasarkan pengalaman penulis dalam mengikuti Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) kedua yang diselenggarakan oleh komunitas Gusdurian Malang, banyak pesan positif yang didapatkan usai mengikuti kegiatan ini. Berkaca pada sembilan nilai utama Gus Dur yang mampu menjadi kristal dalam benak kita untuk memahami bagaimana seharusnya melestarikan keberagaman Indonesia yang memang telah menjadi asas dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sembilan nilai utama tersebut di antaranya yaitu ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, dan kearifan lokal/tradisi,  yang mana sembilan nilai utama tersebut seharusnya menjadi pedoman maupun pijakan bagi tokoh-tokoh pemimpin negeri ini.
    Berbagai cakupan mengenai Gus Dur dibahas tuntas dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, mulai dari tanggal 22-23 April 2017 yang lalu dan bertempat di GKJW Sukun-Malang. Pembahasan mengenai kiprah Gus Dur selalu asyik untuk diperbincangkan, entah kajian tentang Gus Dur dan Gagasan Keislaman, Gus Dur dan Demokrasi, Biografi Gus Dur, Gus Dur dan Gerakan Sosial, Gus Dur dan Budaya, hingga pembahasan mengenai Jaringan Gusdurian yang disampaikan oleh Seknas Gusdurian Pusat, mas Autad Nasher, dilaksanakan dan dikemas dengan apik oleh seluruh panitia Gusdurian Malang. Acara juga menghadirkan berbagai tokoh berpengaruh sebagai pembicara dari lintas agama yang tergabung dalam komunitas Gusdurian Malang.
    Keberagaman memang telah menjadi ciri khas bangsa ini, bahkan telah menjadi aset kekayaan bangsa yang harus dilestarikan dan diperjuangkan keberadaannya. Oleh karena itu kenapa setiap warga negara Indonesia diharuskan untuk menjaga kerukunan dan toleransi antar sesama, tidak memandang berasal dari suku mana, golongan apa, dan juga agama apa. Teringat pesan Gus Dur yang telah menjadi viral di kalangan manapun, bahkan di berbagai lintas agama “Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”.
    Begitulah Gus Dur, mampu dibaca dari berbagai sisi manapun. Dari sisi intelektualitas, Gus Dur adalah seorang yang genuine (cendekiawan). Ketika dibaca dari sisi budaya, Gus Dur adalah seorang budayawan besar yang mampu merangkul berbagai macam budaya dan suku meskipun dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Jika dibaca dari sisi politik, Gus Dur menjadi seorang yang aneh dan sulit dipahami mengenai sepak terjangnya, karena pada dasarnya pemikirannya lebih jauh melampaui zamannya. Sedangkan ketika dibaca dari sisi agama, Gus Dur adalah seorang agamawan besar yang pemikiran serta gagasannya selalu melintasi sekat-sekat agama. Dan ketika dibaca dari sisi kebangsaan, Gus Dur merupakan sosok guru bangsa yang mana hal itu adalah cita-citanya sejak masih remaja.
    Dari hasil kegiatan KPG kedua Gusdurian Malang ini, penulis sekaligus sebagai peserta KPG ini dapat belajar banyak mengenai Gus Dur. Mulai dari hal-hal yang belum diketahui, bahkan bisa dikatakan masih minim sekali pengetahuan tentang tokoh yang dijuluki sebagai Bapak Bangsa, Bapak Pluralisme, Bapak Humanisme dan Demokrasi, juga lain-lain. Mengutip dari penuturan Kiai Muhammad Husein, salah satu tokoh budayawan, yang tertulis dalam novel biografi Gus Dur Peci Miring karangan Aguk Irawan MN “Gus Dur yang humoris. Gus Dur yang sangat kritis. Gus Dur yang penuh kontroversi. Gus Dur yang nyleneh. Gus Dur yang sederhana. Gus Dur yang sulit dipahami. Gus Dur yang begitu dicintai dan dirindui. Namun Gus Dur pula yang menuai caci maki dan kontroversi. Gus Dur dianggap pembela Yahudi. Dicap pendukung Syiah. Dianggap telah memeluk agama Nasrani. Dicap sebagai orang plinplan, beda ucapan di kala pagi dan siang. Dan lain sebagainya. Dan seterusnya. Banyak atribut dilekatkan orang pada dirinya”. Seperti itulah kiranya Gus Dur mampu penulis pahami, sebagai santri juga pengagum pemikiran-pemikiran cemerlang dan luar biasanya.

    Masih dalam buku yang sama, Peci Miring, lebih lanjut Kiai Muhammad Husein menuliskan dengan penuh makna tentang sosok ad-Dakhil ini, begitu sapaan Gus Dur semasa kecil “Gus Dur adalah Matahari Dhuha yang cahaya spiritualitasnya menebarkan kehangatan cinta, kesegaran, kegairahan, sekaligus mencerahkan dan menyuburkan bumi manusia.” Atau ini: “Gus Dur, ketika hadir di bumi ini, bagaikan gunung berapi yang menyimpan magma spiritualitas yang begitu dahsyat. Magma itu tak pernah berhenti bergolak dan begitu aktif, yang sering kali meletup-letup, menumpahkan lahar panas, mengaliri tanah kering kerontang bahkan daun-daun yang hijau. Manakala telah dingin, tanah itu berubah menajdi subur, bumi itu kembali menghijau menyembulkan bunga warna-warni, indah dan menebarkan wewangian.” Begitulah pandangan Kiai Muhammad Husein seorang tokoh budayawan terhadap sosok seperti Gus Dur. Wallohu a’lam
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. ASS..WR.WB.SAYA pak alresky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH
      NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355)
      BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO

      >>>>> KLIK DISINI <<<<<

      angka;GHOIB: singapura

      angka;GHOIB: hongkong

      angka;GHOIB; malaysia

      angka;GHOIB; toto magnum

      angka”GHOIB; laos…

      angka”GHOIB; macau

      angka”GHOIB; sidney

      angka”GHOIB: vietnam

      angka”GHOIB: korea

      angka”GHOIB: brunei

      angka”GHOIB: china

      angka”GHOIB: thailand

      ANGKA TOGEL JITU 2D 3D 4D 5D 6D
      0823-3744-3355
      saya pak alresky posisi sekarang di malaysia
      bekerja sebagai BURU BANGUNAN gaji tidak seberapa




































































































      BalasHapus

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Memahami Ke-Bhinneka-an dari Sudut Pandang yang Berbeda (Berkaca pada 9 Nilai Utama Gus Dur) Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top