728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Minggu, 11 Juni 2017

    "Ngaji Kebudayaan lan Kearifan Lokal ing Bulan Ramadhan"



    oleh : Audito Aji Anugrah

    Budaya merupakan sebuah warisan secara turun menurun dari para leluhur yang harus tetap di lestarikan dan di jaga. Hal tersebut menjadi PR bagi para pemuda dalam melestarikan budaya yang telah ada. Begitupun juga bagi para pemuda penggerak GUSDURian Malang. Pada Kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan, yang bertemakan “Safari Ramadhan 2017” dimana dalam Kunjungan ke-4 pada tanggal 9 Juni 2017 kami mengunjungi sebuah tempat pelestari dan penggerak budaya Nusantara, yang didalamnya terdiri dari Penggerak Budayawan dan Seniman yakni bernama Sekolah Budaya Tunggulwulung yang berlokasi di Jl.Sasando, Kel. Tunggulwulung, Kec.Lowokwaru, Kota Malang.

    Dalam Kunjungan Safari Ramadhan ke-4 tersebut, kedatangan para GUSDURian ke Sekolah Budaya Tunggulwulung disambut hangat oleh para penggerak Budayawan dan Seniman dari Sebuah Komunitas Pelestari Budaya Nusantara yakni “Boworoso Suryo Aji”. Selain itu Para Penggerak GUSDURian juga ikut serta mengikuti syukuran berupa Kegiatan Kenduri (syukuran) dari Komunitas Film dari sebuah Universitas yang ada di Kota Malang.

    Momen Kunjungan pada Bulan Ramadhan ke Sekolah Budaya Tunggulwulung merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi para kaum pemuda yang ingin belajar tentang budaya Nusantara, khususnya para pemuda Penggerak GUSDURian. Bagaimana Tidak?, Banyak sekali pelajaran tentang kebudayaan yang didapatkan ketika kami lawatan kunjungan ke Sekolah Tunggulwulung. Para pemuda penggerak GUSDURian dapat berinteraksi satu sama lain dengan Para Budayawan dan Seniman sebagai pelestari Budaya Nusantara sekaligus menggali ilmu sejarah Budaya Nusantara. Beberapa Seniman dan Budayawan yang hadir seperti yakni Bapak Bondhan Rio, Ketua dari Boworoso Suryo Aji dan Hadir Pula juga Sesepuh dari Komunitas tersebut yang hadir.

    Sebelum adanya interaksi yang lebih intens tentang kebudayaan Nusantara antara Penggerak Pemuda GUSDURian dan Budayawan serta Seniman Boworoso Aji, dalam acara tersebut dibuka terlebih dengan beberapa pertanyaan oleh para budayawan dan seniman tentang Apa itu GUSDURian yang kemudian dijawab  langsung dan dijelaskan oleh Koordinator GUSDURian Malang yakni Gus Ilmi Najib. Kemudian setelah di jawab, saatnya para pemuda penggerak GUSDURian memberikan pertanyaan seputar Budaya Nusantara dan Peranan Budayawan dan Seniman dalam melestarikan Kebudayaan. Setelah melakukan interaksi satu sama lain dilanjutkan dengan Doa Bersama Syukuran dan juga makan bersama

    Ketika melakukan Kunjungan safari disana, salah satu interaksi dari dialog yang paling berkesan oleh penulis yakni ketika Para Budayawan dan Seniman menjelaskan peranan Budayawan dan Seniman dalam konteks keberagaman. Seperti halnya pesan dikatakan oleh Pak Bondhan yakni “Sebagai Generasi Muda kalian harus tetap melestarikan Budaya yang telah di wariskan oleh Para Leluhur Nenek Moyang” dan dilanjutkan oleh pesan dari Ketua Boworoso Suryo Aji yakni berpesan “Sebagai anak muda bahwasanya harus tetap mentradisikan budaya yang telah ada sebagai jati diri untuk tetap mempertahankan bangsa dan negara”.

    Dengan adanya kunjungan ke Sekolah Budaya Tunggulwulung maka penulis berharap,  para penggerak GUSDURian dapat mempelajari warisan Budaya Nusantara yang telah di wariskan kepada Generasi Penerus selanjutnya, serta melestarikan Budaya sebagai identitas jati diri bangsa Indonesia, dalam rangka mempertahankan bangsa dan Negara ketika sudah mulai pudar dan goyah akan identitas jati diri kelak.


    #SALAM BUDAYA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: "Ngaji Kebudayaan lan Kearifan Lokal ing Bulan Ramadhan" Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top