728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Senin, 14 Agustus 2017

    GUS DUR adalah Seorang Filsuf


    Oleh: Uswatun Khasanah

    "Gus Dur adalah kata kerja bukan kata sifat" begitu tulis Muhmamad Fayyad dalam salah satu artikelnya. Ada banyak persepsi yang lahir tentang sosok Gus Dur. Sosok Guru Bangsa yang penuh kontroversial, Bapak Pluralisme, dan juga Kiai misalnya. Tetapi sedikit sekali, bahkan sangat jarang,  yang memandang Gus Dur dari segi pemahaman filsafat.
    “Padahal saya yakin, salah satu faktor yang mendasari Gus Dur berpemikiran terbuka dan maju adalah sepak terjang Beliau dalam filsafat“ Ungkap Safwan dalam diskusi Filosofi Gus Dur di Book Cafe yang diikuti oleh JAKFI Kota Malang (12/8). Diskusi tersebut menghadirkan dua fasilitator yakni A.M. Safwan dari Yayasan Rausyan Fikr dan Al Muiz Li-idznillah dari Gusdurian Malang.
    Ad Dakhil, panggilan lain Gus Dur, adalah seseorang yang melampaui batas waktu dan zamannya. Semua kritikan dan pemikiran Beliau berasal dari kegalauan di usia muda terkait keadaan sosial yang ada saat itu.Mengikuti kegalauan dan hasrat menyegarkan dahaga ilmu, Gus Dur kemudian menjadi sosok yang gemar membaca. Dalam Novel Peci Miring karya Pak Agus dijelaskan beberapa buku yang pernah dilalar oleh Gus Dur, salah satunya Das Kapital milik Karl Max. selain itu, Gus Dur juga sering sekali ziarah kubur untuk dapat memperkuat pengalaman batinnya melalui tawassul dan tabarruk.
    Kelebihan Gus Dur, Safwan melanjutkan, adalah kemampuannya untuk mengawal apa yang dipikirkan. Gus Dur akan selalu pasang badan untuk melindungi kaum yang terdiskreditkan. Yang mana semua itu merupakan cerminan dari tingginya pandangan kemanusiaan Gus Dur.Terlebih pada era ini, banyak sekali orang yang memiliki kemampuan akademik tinggi, seorang profesor doktor misalnya, tetapi justru kemanusiannya rendah. Hal demikian menurut Gus Dur adalah sesuatu yang sangat lucu.
    Tingginya ranah akademik sudah seseorang seharusnya diikuti oleh tingginya rasa kemanusiaan. Akan tetapi hal itu menjadi tidak dapat terealisasi karena pemahaman yang kurang mendalam akan pesan damai dari setiap ajaran agama dan juga hakikat menjadi manusia itu sendiri.“Dan sudah sepatutnya, dalam berfilsafat, hendaknya seseorang mengedepankan filsafat kemanusiaan terlebih dahulu sebelum dapat mengecap manisnya berfilsafat dengan Tuhan“ tandas Safwan. 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: GUS DUR adalah Seorang Filsuf Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top