728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 30 Agustus 2017

    Gus Dur Bukan Kata Sifat, Tapi Kata Kerja


    Oleh : Mahala Sari

    Berbicara tentang Gus Dur, sudah banyak sekali cerita dan kisah menarik tersusun rapi tentang sosok sederhana ini. Bahkan tidak terhitung lagi berapa banyak jumlahnya. Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sosoknya memang sangat diterima banyak kalangan jauh sebelum Guru Bangsa ini wafat. Gus Dur selalu memiliki pemikiran yang otentik. Selalu melahirkan pemikiran-pemikiran luar biasa yang jauh melesat ke depan, jauh melampaui zamannya. Pembawaan yang nyeleneh disertai dengan celetukan-celetukan yang kritis dan ceplas-ceplos.

    Semasa hidupnya, Gus Dur diketahui sebagai cendekiawan muslim yang cerdas secara intelektual, namun juga sangat menghargai keberagaman. Baginya, perbedaan bukan salah satu alasan untuk tidak berbaur dengan sesama, walaupun berasal dari agama, suku, ras dan golongan berbeda. Sebagaimana ucapan beliau yang sering kita dengar bahwa “Tidak penting apapun agama dan sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan pernah tanya apa agamamu”. Perkataan beliau juga selaras dengan Habib Quraish Sihab yang menyatakan bahwa “Siapapun bila di jalan yang benar, berani melawan kemungkaran, berani menegakkan kebenaran, maka ikutilah dia dan bantu dia. Jangan bertanya apa agamanya? Apa sukunya? Siapa bapaknya? Sesungguhnya Tuhan berhak mengutus siapapun untuk kebaikan di bumi ini.”

    Memahami Gus Dur memang tidak mudah, begitu juga pemikiran-pemikirannya. Tidak hanya Alissa Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia yang juga sekaligus putri Gus Dur saja yang mengungkapkan bahwa sebenarnya yang tahu pasti tentang bagaimana memahami pemikiran Gus Dur hanya Gus Dur sendiri, namun banyak para tokoh yang membenarkannya. Termasuk mengenai hal-hal yang dianggap orang lain bertentangan dengan keyakinannya. Semuanya tidak lain karena kecerdasan dan kepandaian Gus Dur yang merupakan ciri khas yang tidak bisa dilepaskan dari dirinya. Terlepas dari pendidikannya, kecerdasan Gus Dur diperoleh dari kegemarannya membaca buku. Berbagai macam bacaan habis dilahapnya. Mulai dari buku filsafat Plato hingga Karl Marx.

    Sebagai salah satu cucu ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, kakeknya KH Hasyim Asy’ari yang memiliki basis pesantren yang kental dengan nilai-nilai agama, tidak lantas membuat Gus Dur hanya mempelajari kitab-kitab klasik. Sejak kecil dia sangat menyukai buku-buku filsafat karangan pemikir hebat seperti Plato, Andre Malraux, hingga Karl Marx. Bahkan dalam buku Peci Miring karangan Aguk Irawan MN yang merupakan sebuah Novel Biografi Gus Dur, di sana disebutkan buku-buku yang pernah dibaca Gus Dur di antaranya buku karya Hemingwei, Steinback, Faulkner, Johan Huizinga, Doestoevsky dan banyak lagi. Gus Dur muda bahkan telah mengkhatamkan Das Kapital karya Karl Marx, The Story of Civilization karya Will Durant, dan beberapa novel yang salah satunya And Quiet Flows the Down karya Mikhail Solokhov serta buku tentang Leninisme dan Marxisme. Maka dari itu, tidak mengherankan jika Gus Dur dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan berpikir luar biasa.

    Ketika membaca buku-buku, Gus Dur tidak lantas menelan mentah-mentah isi buku tersebut. Sebaliknya, Kiai kelahiran Jombang ini hanya mengambil intisari dan menyaring hal-hal positif dalam buku tersebut, kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Disebabkan karena hobi membacanya, Gus Abdurrahman Wahid ad-Dakhil mampu memahami segala permasalahan, bahkan yang kompleks sekalipun.

    Kepribadian lain sebagai ciri khas Gus ad-Dakhil selain membaca buku yaitu tindakan nyata yang merupakan konstribusi paling berharga sebagai manusia. Sepanjang hidupnya, tidak pernah bosan-bosan mengajak manusia untuk senantiasa saling menghargai perbedaan, menolong orang lain, dan berhenti melakukan diskriminasi yang memojokkan salah satu golongan. Ketika orang lain bicara tentang pluralisme di seminar-seminar, lain dengan Gus Dur yang berani “pasang badan”. Baginya, memberikan konstribusi secara real lebih baik dari pada hanya banyak bicara. Sehingga tepat sekali jika Abdurrahman ad-Dakhil ini diberi sebutan “Kata Kerja, Bukan Kata Sifat”. Dan yang selalu keren dari Gus Dur bukan hanya pemikirannya, tetapi juga bagaimana cara dia mengawal pikirannya.
    Karena sifat heroiknya itu, maka tidak mengherankan meski telah wafat, hingga sekarang pesona Gus Dur seolah tidak pernah pudar. Bahkan putra Kiai Wahid Hasyim ini sangat layak menjadi tokoh idola di berbagai kalangan, termasuk para kaum muda. Sebagai contoh, sosok berkacamata ini diterima oleh semua kalangan karena menjunjung tinggi keberagaman yaitu salah satunya dengan kisah seorang ustadz yang sekaligus aktivis NU bernama Abdu L Wahab yang mulai berjuang di pelosok Papua.

    Dalam kisah perjuangan yang ditulisnya, ketika mulai dakwah di pelosok Papua, aktivis NU asal Tegal ini banyak sekali mendapat bantuan dari seorang Katolik bernama Antonius Rahail. Sebagai seorang Katolik, Pak Antonius justru membantu Kang Wahab, sapaan akrabnya, ini dengan memberikan fasilitas sebuah rumah yang kemudian dijadikan sebagai basecamp dakwah di Papua. Sebagai seorang Katolik taat, Pak Antonius tidak segan-segan menyediakan rumahnya sebagai fasilitas penunjang pendidikan dan dakwah muslim. Setelah ditelisik lebih jauh mengapa seorang Katolik taat seperti Pak Antonius Rahail bersedia membantu dakwah muslim, ternyata jawabannya tidak lain karena Gus Dur.

    Pak Antonius Rahail sangat menghormati Gus Dur. Baginya, sosok sederhana yang tidak hanya dikenal sebagai Guru Bangsa tetapi juga sebagai Bapak Pluralisme itu telah mengembalikan martabat rakyat Papua dengan mengembalikan nama “Irian” menjadi “Papua” kembali. Dengan kata lain, selama hidupnya, Gus Dur banyak melindungi kebebasan beragama pemeluk agama lain. Sehingga hal ini sangat wajar apabila ada seorang Katolik yang menyediakan rumahnya secara ikhlas sebagai fasilitas dakwah nahdliyyin, dengan tujuan sebagai balas budi terhadap kebaikan Gus Dur.

    Tidak hanya sebatas itu, selama dakwah di Papua, tidak lantas berjalan dengan mulus. Pernah suatu ketika Kang Wahab akan disembelih oleh orang yang sedang mabuk di Papua. Namun kabar itu terdengar hingga telinga Pak Antonius Rahail dan lagi-lagi menyelamatkan nyawanya. Selebihnya, pernah juga ketika Kang Wahab menjadi delegasi perdamaian di Tolikari pasca konflik Tolikari. Ketika bingung ingin tinggal dimana, ternyata disambut hangat oleh umat Kristen dengan alasan yang sama, yaitu karena anak ruhani Gus Dur.


    Begitulah kisah-kisah tentang sosok Gus Dur, tetap abadi walaupun takdirnya telah selesai ditulis. Masih banyak lagi kisah inspiratif lainnya seperti perjuangannya ketika membela kaum Tionghoa, bahkan menjamin keselamatannya yang saat itu mengalami kekerasan karena dituduh sebagai biang keladi krisis ekonomi. “Peran agama sesungguhnya adalah membuat orang sadar akan fakta bahwa dirinya bagian dari umat manusia dan alam semesta”, Gus Dur.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. ASS..WR.WB.SAYA pak alresky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH
      NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355)
      BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO
      >>>>>TOTO TOGEL 2D 3D 4D KLIK DISINI <<<<<
      DIJAMIN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA APAPUN ANDA MINTA INSYA ALLAH PASTI DIKABULKAN BERGAUNLAH SECEPATNYA BERSAMA KAMI JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL















      ASS..WR.WB.SAYA pak alresky TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH
      NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-3744-3355)
      BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO
      >>>>>TOTO TOGEL 2D 3D 4D KLIK DISINI <<<<<
      DIJAMIN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA APAPUN ANDA MINTA INSYA ALLAH PASTI DIKABULKAN BERGAUNLAH SECEPATNYA BERSAMA KAMI JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL















      BalasHapus

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Gus Dur Bukan Kata Sifat, Tapi Kata Kerja Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top