728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Jumat, 15 September 2017

    Rohingya, Ahmadiyah, dan Syiah Dalam Konteks Kemanusiaan




    Oleh: Billy Setiadi


       Beberapa pekan terakhir kita semua disuguhi pemberitaan soal konflik kemanusiaan di Myanmar. Suku Rohingya kembali mendapat serangan dan represifitas oleh junta militer Myanmar. Hampir semua stasiun TV nasional memberitakan hal ini. Krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar membuat heboh dunia.
       Krisis kemanusiaan yang dialami oleh suku Myanmar se-akan-akan tak pernah berakhir. Banyak dari kita yang merasa emosi, kesal, dan ingin membela. Apalagi media memframing itu sebagai konflik agama. Ada pula yang bilang itu soal kewarganegaraan. Serta ada juga yang berspekulasi itu hanya soal ekonomi, karena disinyalir daerah Rakhine itu terdapat kandungan Sumber Daya Minyak. Banyak sipil yang harus terenggut nyawanya karena itu.
      Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan perdamaian, rakyat Indonesia menyatakan simpatinya. Pemerintah Indonesia pun merespon dengan menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Myanmar guna membicarakan hal ini dengan pemerintah Myanmar. Sungguh hebat simpati rakyat Indonesia untuk suku Myanmar. Memang Indonesia bangsa yang hebat.
       Sementara komunitas Ahmadiyah dan Syiah di Indonesia masih mendapat represifitas. Banyak kejadian yang dialami Ahmadiyah dan Syiah bahkan sampai mengalami jatuhnya korban. Ahmadiyah dan Syiah mendapat penolakan, kekerasan, represifitas dari saudara sebangsa dan setanah airnya. Pertanyaannya adalah, apakah jargon kemanusiaan hanya berlaku untuk golongan tertentu dan tidak berlaku secara universal?
       Sebagai bangsa yang besar kita harus berkaca soal kemanusiaan. Kemanusiaan harusnya berlaku secara universal tanpa membedakan suku, golongan, agama, dan ras. Terlalu naif jika kita teriak-teriak soal jargon kemanusiaan di Myanmar tapi mengaminkan kekerasan yang terjadi kepada Ahmadiyah dan Syiah di Indonesia. Bukankah Ahmadiyah dan Syiah juga manusia?
       Lantas kemana jargon kemanusiaan saat Jamaah Ahmadiyah di Cikeusik diserang? Lantas kemana jargon kemanusiaan saat Jamaah Syiah di Sampang diusir secara paksa? Apa persoalan di luar negeri lebih menarik dibanding di dalam negeri? Sebuah tanda tanya besar untuk kita semua.
      Pengungsi Syiah Sampang hingga saat ini masih dilarang mudik ke kampung halamannya di Sampang. Pemerintah pusat dan lokal, sudah berganti, tapi nasib mereka masih tetap sama. Dalam kondisi ini, para elite politik, agama, ormas, atau apapun, malah melupakan mereka; melupakan orang-orang yang sebetulnya masih saudara sebangsa dan setanah air. Yang terjadi di antara kita merupakan tampilan standar ganda ketika melihat sesuatu; standar ganda yang muncul dari kemunafikan personal. Ini menandakan bahwa manusia Indonesia penuh dengan paradoks yang tetap saja tak bisa terselami oleh siapapun, termasuk oleh manusia Indonesia itu sendiri.



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Rohingya, Ahmadiyah, dan Syiah Dalam Konteks Kemanusiaan Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top