728x90 AdSayapIklanGaruda

pasang
  • Garuda kita

    Rabu, 11 Oktober 2017

    Narasi Agung Gusdurian

      

    Oleh : Mohammad Makhpur
    Tahun 2010 terlibat mendorong kelahiran Gusdurian Malang


    Perbincangan semalam (09/10/2017) antara Alissa Wahid dan Penggerak Gusdurian Malang menelisik beberapa kesadaran penting bagi proses mentransformasi perjuangan Gus Dur menjadi perjuangan anak-anak ideologisnya. Perbincangan itu juga ngonceki (mengupas) niat dasar penggerak Gusdurian dan implikasinya bagi kehidupannya secara langsung berikut cara yang paling tepat mengelola untuk terlibat dalam perubahan masyarakat.

    Gusdurian Butuh Narasi Agung
    Alissa Wahid mengeluarkan pernyataan baru dari sebuah kesadaran gerakan Gusdurian. Kesadaran ini lahir dari masukan salah satu kolega dari psikologi Universitas Indonesia. Kesadaran baru tersebut adalah tentang narasi besar gerakan. Kalau gerakan puritan, wahabi dan penggelindingan gerakan radikalisme atau lainnya, narasi besarnya sederhana tetapi menghujam ke umat dengan cepat sehingga dapat menggerakkan simpati. Mereka cukup menarasikan, “islam itu satu, sandarannya ya Quran. dan Hadits. Kalau bukan termasuk di situ, maka mereka yang bersuara keras adalah liberal, sekuler dan bukan Islam sebenarnya,” pungkas Alissa Wahid.
    Bagaimana dengan Gusdurian? Narasi besar yang diangkat ke permukaan sebagai gerakan yang mampu menggeliatkan kesadaran penting bangsa atau masyarakat apa? Pekerjaan rumah narasi besar ini jangan sampai tidak mampu menciptakan narasi tanding masyarakat atau bangsa ini dari narasi keberagamaan yang radikalistik di atas. Ketiadaan narasi besar ini juga bisa melumpuhkan sendi gerakan karena tidak mujarab menjadi sikap kolektif keberagamaan, sementara kelompok keagamaan yang kaku sudah sampai menguasai kunci-kunci keagamaan, utamanya dalam realitas maya.
    Alissa Wahid langsung menegaskan, “lalu narasi agung itu apa bagi gerakan Gusdurian ?” Jikalau mengacu ke nilai dasar Gus Dur, maka narasi besar itu seperti yang dikembangbiakkan Gus Dur mencakup kemakmuran, demokrasi dan keadilan. Narasi besar tersebut harus klir.
    Contohnya, toleransi tidak akan tercapai kalau tidak ada keadilan. Persoalannya di sini bukanlah radikalisme itu karena sebab ekonomi atau pendidikan tetapi ketidakmampuan dalam menemukenali keadilan. Situasi keadilan menjadi prasyarat bagi terciptanya  toleransi. Keadilan menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, narasi yang berpuasat pada keadilan, kemakmuran dan demokrasi dijadikan sebagai narasi besar yangnberdampal pada kehidupan yang lebih baik dalam berbangsa dan bernegara.

    Sudahkah Menghitung Dampak
    Penegasan Alissa Wahid pada para penggerak dan pengembang nilai-nilai Gusdurian adalah bagaimana dampak aktifitas-aktifitas yang dipilih. Jadi, kalau sudah melakukan sesuatu maka dampaknya terhadap masyarakat seperti apa. Bukan hanya membuat diskusi-diskusi yang hanya memintarkan para penggerak tetapi apa perubahan yang terjadi pada masyarakat Malang.
    Bu Imam lalu bertanya ke admin Sabda Perubahan, kalau orang-orang sudah membaca puisi, lalu dampaknya apa. Si admin menjawab, ya meningkatkannya kemampuan berliterasi. Bu Imam kembali mengejar dengan pertanyaan lanjutan, kalau sudah memiliki kesadaran literasi lantas apa dampaknya. Admin Sabda Perubahan pun sedikit jeda untuk kemudian melanjutkan jawabannya.
    Para aktifis Gusdurian sudah semestinya mampu mengukur aktifitasnya berdasarkan seberapa berdampak pada masyarakat, baik langsung atau tidak langsung bagi perubahan-perubahan yang lebih baik di masyarakat. Penekanan ini sangat penting untuk dijadikan evaluasi, apakah dampak gerakan itu langsung dapat diukur perubahannya di tingkat perubahan masyarakat yang di mana ?

    Kebenarian Penggerak, Itu Soal Pilihan
    Saya pribadi bertanya dan berharap mendapat sudut pandang yang boleh jadi berbeda terkait keberanian seorang penggerak untuk menjadi sub-leader yang bisa membuat bibit gerakan di minatnya masing-masing, sehingga tidak semata-mata berkumpul di Gusdurian saja. Istilah jawa, grudak-gruduk, tetapi secara berkelompok, penggerak Gusdurian bisa mengkloning gerakannya kedalam ranah yang bervariasi.
    Alissa Wahid memberi sudut pandang, keberanian itu terletak pada seberapa kuat kebutuhan dan kepentingan penggerak itu sendiri, termasuk alumni KPG. Bahasa pemantiknya, MAUNYA APA ? Kalau maunya tidak tergambar dengan jelas, memang sulit untuk melahirkan lini-lini gerakan.
    Menurut saya, pendapat Alissa Wahid ini dapat menjadi salah satu pertimbangan atau syarat bagi calon peserta KPG atau rancang bangun memetakan penggerak. Namun, pemetaan ini perlu melihat dan dapat menemukan kemauan calon penggerak. Kalau di psikologi disebut sebagai dorongan kebutuhan diri. Agak sulit karena membutuhkan asesmen psikologis. Tetapi menurut saya bisa dipelajari melalui pendampingan terlibat.
    Ohya, saya ingat kata-kata Alissa Wahid. Sebenarnya kebutuhan itu bisa dipahami dengan istilah self-interested dan passion seorang calon KPG dan penggerak itu apa. Sebagai bagian dari Gusdurian, maka hal tersebut dapat disejalankan dengan aktifitas Gusdurian. Hanya menambahi nilai utama Gusdurian dapat dipadukan. Asalkan nilai dan iktikadnya jelas, maka gerakan yang dirintis itu akan menjadi berkrediblitas.
    Selain itu, dibutuhkan kompetensi seorang penggerak memiliki kemampuan mengorganisasi orang lain yang berminat. Mereka juga harus bisa menunjukkan hasilnya. Bahkan, jika kemauan itu terpupuk di Gusdurian, justru akan membantu penguatan karir dan kesempatan untuk kehidupan ke depan. Tetapi sekali lagi nilai dan iktikad diri dan organisasi harus benar-benar seimbang sehingga Gusdurian tidak dijadikan semata sebagai batul loncatan.

    Untuk itulah, penggerak Gusdurian pada akhirnya juga harus  ditopang oleh karakter organisasi yang prinsipnya kembali kepada nilai dan iktikad. Ketika itu terpadu didalam diri seseorang, maka organisasi yang dijalan akan semakin kredibel. Sebagaimana disampaikan oleh Alissa Wahid. Kredibilitas Gusdurian sudah diakui ditingkat ASEAN.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. Alhamdulillah kami sekeluarga ucapkan banyak terima kasih kepada KI RONGGO LAWE atas bantuan KI RONGGO LAWE kami sudah bisa membayar semua hutang hutang kami yang menumpuk setinggi gunung kami juga sudah bisah buka usaha KI RONGGO LAWE, dulunya si saya ragu ragu dan kurang percaya yang namanya pesugihan uang gaib tapi mencoba dan alhamdulillah ternyata KI RONGGO LAWE benar - benar bisa menbantu saya dengan pesugihan uang gaib sekali lagi terima kasih KI RONGGO LAWE salam sukkses selalu.
      kalau mau seperti saya hubungi KI RONGGO LAWE Tlp/WhatsApp : 0853-1403-1099, atau KLIK DISINI

      INILAH JENIS MACAM PESUGIHAN DAN BOCORAN TOGEL 2D 3D 4D 5D 6D.....
      KI RONGGO LAWE Tlp/WhatsApp : 0853-1403-1099, atau KLIK DISINI

      >PESUGIHAN TUYUL| PELARIS USAHA
      >PESUGIHAN UANG GAIB
      >PESUGIHAN JIN KHODAM
      >PESUGIHAN UANG ASMA
      >PESUGIHAN UANG SEPASANG
      >PESUGIHAN UANG BALIK
      >TRANSFER JANIN
      >PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL
      >PESUGIHAN NIKAH JIN
      >PELARISAN DAGANG

      BalasHapus
      Balasan
      1. TERIMA KASIH MBAH BUDI HARTONO DULUNYA KAMI SANGAT MENDERITA 2 TAHUN YANG LALU KERJAAN HANYA CUMA TUKAN BECAK PENDAPATAN CUMA 35 RIBU PERHARI SEDANKAN SEWAH KONTRAKAN RUMAH 450 RIBU PERBULAN TAPI SETELAH KAMI DAPAT NOMOR MBAH DI INTERNET LEWAT MEMBER YANG SUDAH BERHASIL KAMI COBA2 HUBUNGI LALU MINTA BANTUAN ANGKA JITU DAN ALHAMDULILLAH ANGKA YANG DIBERIKAN MBAH BUDI HARTONO 4D PUTARAN SGP BENAR2 TERBUKTI TEMBUS SEKALI LAGI TERMA KASIH MBAH BUDI HARTONO SEKARANG KAMI SUDAH BUKA USAHA KECIL2LAN ITU SEMUA BERKAT BANTUAN ANGKA JITU MBAH BUDI HARTONO BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI KAMI LANSUNG HUBUNGI MBAH BUDI HARTONO DI NOMOR [~085~256~077~899~] TERIMA KASIH INI KISAH NYATA DARI SAYA TAMPA REKAYASA SUPAYA LEBIH DI MENGERTI SILAHKAN BUKA SITUS MBAH

        KLIK DISINI RAMALAN DUKUN TOGEL GAIB

        Hapus

    Monggo Komentar Disini

    Item Reviewed: Narasi Agung Gusdurian Rating: 5 Reviewed By: GARUDA Malang
    Scroll to Top